jump to navigation

Manajemen Pemasaran 17 Juni 2009

Posted by supardiyo in Semester VIII.
Tags: , ,
add a comment

KONSEP DASAR MANAJEMEN PEMASARAN

Pemasaran adalah:
Suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain.

Konsep Inti Pemasaran:
Kebutuhan: Keadaan merasa tidak memiliki kepuasan dasar
contoh: Manusia lapar, maka butuh makanan
Keinginan: Bentuk kebutuhan manusia yang dihasilkan oleh budaya dan kepribadian individual
Contoh: orang Madiun sarapan dengan nasi pecel
Permintaan: Keinginan manusia yang didukung dengan daya beli.

Produk:
Segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk diperhatikan, dimiliki, digunakan atau dikonsumsi, sehingga dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan.
Produk mencakup obyek fisik, jasa, orang, tempat, organisasi dan gagasan

Nilai bagi pelanggan: Perbedaan antara manfaat yang dinikmati pelanggan karena memiliki serta menggunakan suatu produk dan biaya untuk memiliki produk tersebut.
Kepuasan pelanggan: Sejauh mana anggapan kinerja produk memenuhi harapan pembeli.
Pertukaran: Merupakan salah satu cara mendapatkan suatu produk yang diinginkan.

Cara-cara manusia mendapatkan produk:
a. Dengan menghasilkan sendiri
b. Dengan memaksa
c. Dengan meminta-minta
d. Denganmelakukan pertukaran

Jadi pertukaran adalah cara untuk mendapatkan suatu produk yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai gantinya.
Syarat-syarat pertukaran:
a. Ada sekurang-kurangnya 2 pihak
b. Masing-masing pihak memiliki sesuatu yang bernilai bagi pihak lainnya
c. Masing-masing pihak dapat berkomunikasi dan menyerahkan barang
d. Masing-masing pihak bebas menerima atau menolak penawaran yang ada
e. Masing-masing pihak memang menginginkan dan bersedia berurusan dengan pihak lainnya.
Transaksi: Tercapainya persetujuan mengenai pertukaran

Aspek-aspek dalam transaksi:
a. Sedikitnya ada dua barang yang memiliki nilai
b. Ada syarat-syarat yang disetujui
c. Ada persetujuan mengenai waktu
d. Ada persetujuan mengenai tempat
Jenis transaksi:
a. Transaksi moneter
b. Transaksi barter

Hubungan pemasaran: Proses menciptakan, memelihara, dan meningkatkan hubungan erat yang semakin lama semakin bernilai dengan pelanggan dan pihak- pihak yang berkepentingan
Asumsi yang digunakan adalah: Binalah hubungan baik, maka transaksi yang mendatangkan laba akan menyusul.

Pasar: Terdiri dari semua pembeli potensial yang memiliki kebutuhan dan keinginan tertentu serta mau dan mampu turut dalam pertukaran untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan tersebut.

Pemasaran: Kegiatan manusia dalam hubungannya dengan pasar. Maksudnya bekerja dengan pasar untuk mewujudkan transaksi yang mungkin terjadi dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia.
Pemasar: Orang yang mencari sumber daya dari orang lain dan mau menawarkan sesuatu yang bernilai.

Kelemahan dari definisi ini:
1. Fungsi pemasaran dibatasi pada kegiatan bisnis, sehingga tidak sesuai dengan kenyataan dimana fungsi pemasaran juga dilakukan oleh organisasi nirlaba.
2. Objek pemasaran tidak hanya terbatas pada barang dan jasa, tetapi juga telah menjalar ke arah pemasaran orang, tempat, pengalaman, organisasi, gagasan dan informasi.
3. Fokus definisi itu hanya pada apa yang terjadi antara pemasar dan konsumen, sehingga mengabaikan pengambilan keputusan, misalnya mengenai desain produk
serta penelitian pemasaran dan perilaku konsumen.
4. Arus fungsi pemasaran bergerak satu arah yakni “producer to consemer or user”, sehingga cenderung terpusat pada distribusi. Realitas menunjukkan bahwa arus fungsi pemasaran dapat bergerak ke depan, ke belakang dan dua arah yang bersifat interaktif.
Tahun 1985, American Marketing Association memberikan definisi pemasaran sebagai
berikut:
“Marketing is the process of planning and executing the conception, pricing, promotion
and distribution of ideas, goods, and services to create exchanges that satisfy individual
and organizational”

Kelemahan dari definisi ini adalah:
1. Hanya ditekankan pada hubungan antara organisasi dan konsumen dan menga-
baikan pemasaran industrial/B2B dimana terlibat transaksi antara dua organisasi
2. Orientasi pada produksi sehingga mengabaikan tentang yang diharapkan pelanggan
dari kegiatan pemasaran
3. Dalam zaman globalisasi, definisi tersebut tidak memperhatikan kegitan yang me-
lampaui batas-batas nasional (pemasaran global)
4. Hanya mempertahankan perspektif manajerial dimana pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah sangat ditonjolkan, sedangkan perspektif sosial dimana ditekankan pada peranan pemasaran dalam masyarakat diabaikan
Tahun 2004, American Marketing Association memberikan redefinisi pemasaran
sebagai berikut:
“Marketing is an organizational function and a set of processes for creating,
communicating and delivering value to customers and for managing customer
relationship in ways that benefit the organization and its stakeholders”

Penjelasan dari definisi di atas:
1. Peranan pemasaran lebih difokuskan pada tatanan strategik dalam suatu organisasi
dan tidak lagi terbatas pada pengambilan keputusan taktis. Status pemasar me-
ngalami peningkatan dari pelaksana menjadi perumus strategi. Juga pemasaran bukan suatu fungsi manajemen yang berdiri sendir, tetapi menjadi kegiatan dalam proses organisasi keseluruhan. Dengan demikian tanggung jawab pemasaran tidak hanya dipikul oleh eksekutif pemasaran, tetapi menjadi tanggung jawab semua yang
terlibat di dalam bisnis.
2. Para pelanggan menginginkan proporsi nilai berupa penawaran total untuk dapat memenuhi kebutuhan, preferensi dan harapan mereka sehingga tercapai kepuasan.
Untuk memenuhi keinginan tersebut, maka seluruh kemampuan khusus dari organisasi dipusatkan pada penciptaan dan penyerahan nilai pelanggan unggul kepada segmen pasar sasaran.
3. Terjadi pergeseran obyek pemasaran, yaitu pada pelanggan. Sehingga pengelolaan dari hubungan dengan pelanggan menjadi titik sentral untuk disiplin pemasaran.
Suatu organisasi perlu mengenal masalah pelanggan secara reaktif dan harapan pelanggan secara proaktif untuk menjamin hubungan jangka panjang dengan pelanggan
4. Fokus pemasaran diperluas ke arah “relationship” yang memiliki cakrawala waktu yang panjang. Dalam setiap kegiatan pertukaran terdapat hubungan relasional yang akan menjadi hubungan interaktif dan terus menerus, jika tercipta kepuasan, kepercayaan dan komitmen.

Manajemen Pemasaran:
Adalah analisis, perencanaan, implementasi dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan target pembeli untuk mencapai sasaran organisasi

Manajemen pemasaran termasuk menata olah permintaan, yang akhirnya termasuk menata olah hubungan dengan pelanggan. Singkat kata manajemen pemasaran adalah manajemen permintaan.
Macam-macam tingkat permintaan:
1. Permintaan negatif
Pasar dalam situasi permintaan negatif, bilasebagian besar pasar tidak suka akan produk tertentu dan bahkan mau membayar, asal terhindar dari produk tersebut.
2. Tidak ada permintaan
Konsumen yang dituju mungkin tidak tertarik atau tidak mengacuhkan produk tersebut.
3. Permintaan latent
Banyak konsumen yang memiliki kebutuhan, namun belum bisa dipenuhi oleh produk yang sudah ada.
4. Permintaan menurun
Setiap organisasi, cepat atau lambat akan mengalami permintaan menurun untuk satu
atau lebih produknya
5. Permintaan tidak teratur
Banyak organisasi yang permintaannya bervariasi, sehingga menyebabkan masalah kelebihan atau kekurangan kapasitas.
6. Permintaan penuh
Organisasi menghadapi permintaan penuh, kalau konsumen puas dengan volume usahanya.
7. Permintaan berlebih
Beberapa organisasi menghadapi lebih banyak permintaan daripada yang mereka mau dan mampu layani
8. Permintaan produk tidak bermanfaat
Produk yang tidak berfaedah akan mengundang usaha terorganisir untuk mengurangi pemakaiannya.

Menata hubungan dengan pelanggan yang menguntungkan:
Permintaan yang diterima sebuah perusahaan datang dari 2 kelompok, yaitu:
pelanggan baru dan pelanggan yang membeli lagi.

Menarik pelanggan baru merupakan tugas manajemen pemasaran yang penting, akan tetapi fokus telah bergeser ke arah mempertahankan pelanggan yang sudah ada dan membina hubungan jangka panjang yang menguntungkan dengan mereka.
Filosofi manajemen pemasaran:
1. Konsep Produksi
Falsafah bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dan harganya terjangkau. Dengan demikian manajemen harus berusaha keras untuk memperbaiki produksi dan efisiensi distribusi.
2. Konsep Produk
Gagasan bahwa konsumen akan meyukai produk yang mempunyai mutu terbaik, ki-
nerja terbaik dan sifat yang paling inovatif. Dengan demikian organisasi harus mencurahkan energi untuk terus-menerus melakukan perbaikan produk
3. Konsep Penjualan
Gagasan bahwa konsumen tidak akan membeli produk organisasi dalam jumlah cukup, kecuali organisasi melakukan usaha penjualan dan promosi berskala besar.
4. Konsep Pemasaran
Falsafah manajemen pemasaran yang berkeyakinan bahwa pencapaian sasaran organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan penyampaian kepuasan yang didambakan itu lebih efektif dan efisien ketimbang pesaing.
5. Konsep Pemasaran Berwawasan Sosial
Gagasan bahwa organisasi harus menentukan kebutuhan, keinginan dan minat pasar sasaran dan penyampaian kepuasan yang didambakan itu lebih efektif dan efisien ketimbang pesaing dengan cara yang bersifat memelihara atau memperbaiki kesejahteraan konsumen dan masyarakat.

Tantangan Pemasaran dewasa ini;
Pertumbuhan ekonomi nirlaba
Globalisasi yang cepat
Ekonomi dunia yang berubah
Himbauan untuk lebih beretika dan bertanggung jawab sosial
Wawasan pemasaran yang baru.

MEMBANGUN KEPUASAN DAN NILAI PELANGGAN
Falsafah baru Pemasaran:
Perusahaan yang berpusat kepada pelanggan: sebuah perusahaan yang memfokuskan pada
pengembangan pelanggan dalam merancang strategi pemsaran dan menyerahkan nilai
superior kepada pelanggan sasarannya.
Nilai bagi pelanggan:
Penilaian konsumen mengenai kapasitas produk secara keseluruhan adalah untuk
memuaskan kebutuhan.
Merupakan perbedaan antara nilai total bagi pelanggan dan biaya total pelanggan dari
tawaran pemasaran.
Nilai total pelanggan: total dari semua nilai produk, jasa, personel dan citra yang
diterima pembeli dari tawaran pemasaran.
Biaya total pelanggan: total dari semua biaya moneter, waktu, energi dan fisik yang
berkaitan dengan tawaran pemasaran.
Kepuasan pelanggan:
Tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (hasil) yang dirasakan,
dibandingkan dengan harapan.
Metode untuk menelusuri kepuasan pelanggan:
a. Sistem keluhan dan saran
b. Survei kepuasan pelanggan
c. Pembeli siluman adalah menyewa orang untuk berpura-pura sebagai pembeli, guna
melaporkan pengalaman mereka membeli produk perusahaan dan produk pesaing
d. Analisis pelanggan yang hilang
Penemuan Profesor Claes Fornell dari University of Michigan mengenai kepuasan
pelanggan terhadap hasil produksi:
a. Kepuasan pelanggan akan lebih rendah pada industri yang menawarkan produk
homogen kepada pasar yang heterogen. Di lain pihak, industri yang menawarkan
produk homogen bermutu tinggi ke pasar homogen, akan mendapatkan tingkat
kepuasan tinggi.
b. Kepuasan pelanggan lebih rendah, kalau pembeli menghadapi biaya tinggi untuk
berganti pemasok. Mereka terpaksa membeli dari pemasoknya sekarang, meskipun
tingkat kepuasan mereka rendah.
Page 9
c. Industri yang tergantung dari pembelian ulang, umumnya memiliki tingkat
kepuasan pelanggan yang lebih tinggi.
d. Seiring dengan meningkatnya pangsa pasar, kepuasan pelanggan bisa turun.
Penyebabnya adalah lebih banyak pelanggan dengan permintaan heterogen yang
ditarik untuk membeli barang yang relatif homogen.
Menyampaikan Nilai bagi pelanggan dan kepuasan pelanggan:
Rantai nilai:
Alat utama untuk mengidentifikasi cara menciptakan nilai bagi pelanggan yang lebih
tinggi
Setiap perusahaan terdiri dari kumpulan aktivitas yang dilaksanakan untuk merancang,
meproduksi, memasarkan, menyerahkan dan mendukung produk perusahaan.
Rantai nilai memecah perusahaan menjadi 9 aktivitas dalam nilai usaha untuk mema-
hami tingkah laku biaya dalam bisnis spesifik dan sumber potensial untuk membedakan
dari pesaing.
Infrastruktur Perusahaan
Manajemen Sumber Daya Manusia
Pengembangan Teknologi
Pengadaan Barang dan Jasa
M
A
R
G
I
N
Logistik
Penerimaan
Operasi
Logistik
Pengiriman
Pemasaran
dan
Penjualan
Layanan
M
A
R
G
I
N
Dalam konsep rantai nilai, perusahaan harus juga mencermati biaya dan kinerja dalam
setiap aktivitas. Selain itu juga harus memperhatikan pesaing.
Kesuksesan perusahaan dalam hal ini, tergantung pada seberapa baik aktivitas dilaku-
kan dan dikoordinasikan satu sama lain, sehingga perusahaan harus lebih menekankan
pada lancarnya manajemen proses bisnis inti, yang terdiri:
a. Proses pengembangan produk, adalah semua aktivitas yang termasuk dalam mengi-
dentifikasi, meriset dan mengembangkan produk baru secara cepat, dengan mutu
tinggi dan biaya yang wajar.
b. Proses manajemen persediaan, adalah semua aktivitas yang termasuk dalam
pengembangan dan pengelolaan tingkat persediaan yang tepat, sehingga tersedia
pasokan yang cukup, sambil menghindari biaya yang tinggi.

c. Proses pemesanan sampai pengiriman barang, adalah semua aktivitas yang termasuk
dalam menerima pesanan, menyetujui, mengirimkan barang tepat waktu dan
menagih pembayaran.
d. Proses pelayanan pelanggan, adalah semua aktivitas yang termasuk dalam usaha
mempermudah pelanggan untuk menghubungi pihak yang tepat dalam perusahaan
untuk mendapatkan layanan, jawaban dan penyelesaian masalah.
Sistem penyampaian nilai
Sistem yang terdiri dari rantai nilai dari perusahaan dan pemasok, distributor dan
akhirnya pelanggan.
Mempertahankan pelanggan
Biaya kehilangan pelanggan
4 tahap untuk menganalisis biaya kehilangan pelanggan:
a. Perusahaan perlu menetapkan dan mengukur tingkat bertahannya pelanggan.
b. Perusahaan harus membedakan berbagai penyebab hilangnya pelanggan dan me-
nentukan penyebab mana yang bisa dikelola dengan baik.
c. Perusahaan harus memperkirakan kehilangan keuntungan dari pelanggan yang hi-
lang.
d. Perusahaan perlu menghitung berapa biaya untuk mengurangi tingkat kehilangan
pelanggan.
Perlunya mempertahankan pelanggan
a. Karena biaya untuk menarik pelanggan baru sangat mahal
b. Cara mempetahankan pelanggan:
Menyulitkan pembeli untuk berganti pemasok
Memberikan kepuasan pelanggan yang tinggi
Pemasaran yang akrab dengan pelanggan
Adalah proses menciptakan, mempertahankan dan meningkatan hubungan yang kuat, ber-
nilai tinggi dengan pelanggan dan pihak berkepentingan lainnya.
5 tingkat hubungan dengan pelanggan:
a. Hubungan biasa: Wiraniaga menjual produk, tetapi tidak melakukan tindak lanjut
apapun
b. Hubungan reaktif: Wiranianga menjual produk dan mendorong pelanggan untuk
menghubunginya, apabila ada pertanyaan atau masalah.
c. Hubungan bertanggung jawab: Wiraniaga menghubungi pelanggan, segera setelah
penjualan, untuk menanyakan apakah produk memenuhi harapan pelanggan atau

tidak. Wiraniaga juga meminta saran perbaikan dari pelanggan dan ketidakpuasan
secara terperinci.
d. Hubungan proaktif: Wiraniaga menghubungi pelanggan dari waktu ke waktu dengan
saran untuk peningkatan penggunaan produk atau produk baru yang berguna.
e. Hubungan kemitraan: perusahaan terus bekerja sama dengan pelanggan untuk
mencapai penghematan bagi pelanggan atau membantu pelanggan untuk bekerja lebih
baik
Tabel tingkat hubungan dengan pelanggan:
Marjin tinggi
Marjin sedang
Marjin rendah
Jumlah pelanggan
Banyak
Bertanggung jawab
reaktif
Biasa
Jumlah pelanggan
sedang
Proaktif
Bertanggung jawab
Reaktif
Jumlah pelanggan
sedikit
Kemitraan
Proaktif
Bertanggung jawab
Pendekatan yang digunakan untuk membina nilai bagi pelanggan:
1. Manfaat keuangan
2. Manfaat sosial
3. Manfaat struktural
Mengimplementasikan Pemasaran Mutu Terpadu:
Mutu: Totalitas sifat-sifat dan karakteristik dari suatu produk yang berhubungan
dengan kemampuan untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan/tersirat.
Beberapa pemahaman tentang mutu:
a. Mutu harus disadari pelanggan: Kerja bermutu harus dimulai dengan kebutuhan
pelanggan dan berakhir dengan kesadaran pelanggan. Kalau pelanggan mengi-
nginkan kehandalan, ketahanan atau kinerja yang lebih tinggi, maka hal-hal itulah
yang disebut mutu oleh pelanggan. Peningkatan mutu hanya berarti kalau disadari
oleh pelanggan, dengan cara mendengarkan suara pelanggan dalam perancangan,
rekayasa, pembuatan ddistribusi.
b. Mutu harus ditampilkan dalam setiap kegiatan perusahaan, tidak hanya pada pro-
duk perusahaan. Mutu tidak hanya melekat pada produk, tetapi juga pada mutu ik-
lan, pelayanan, brosur produk, pengiriman barang, pelayanan purna jual dan seba-
gainya.

c. Mutu memerlukan komitmen sepenuhnya. Mutu hanya bisa diberikan oleh
perusahaan yang seluruh karyawannya memiliki komitmen pada mutu, serta ter-
motivasi dan terlatih untuk menghantarkan mutu. Perusahaan yang berhasil adalah
perusahaan yang meniadakan dinding antar bagian, yaitu karyawan bekerja se-
bagai tim untuk melaksanakan proses bisnis utama serta hasil yang diharapkan.
d. Mutu memerlukan mitra yang bermutu. Mutu hanya bisa diberikan oleh perusa-
haan yang mitra dalam rantainya juga memiliki komitmen pada mutu. Karena itu,
perusahaan yang berwawasan mutu, bertanggung jawab untuk mencari dan be-
kerja sama dengan pemasok dan penyalur yang bermutu juga.
e. Mutu selalu dapat ditiungkatkan. Perusahaan terbaik percaya pada “KAIZEN”,
yaitu perbaikan terus-menerus pada semuanya oleh semua orang. Cara terbaik un-
tuk meningkatkan mutu adalah mengukur unjuk kerja perusahaan dibandingkan
dengan saingan “terbaik di kelasnya” dan berusaha meniru atau bahkan melom-
patinya.
f. Peningkatan mutu sering memerlukan lompatan jauh ke depan. Walaupun mutu
harus terus ditingkatkan, kadang-kadang perusahaan perlu menetapkan sasaran
berupa lompatan jauh. Peningkatan kecil-kecilan dapat dilakukan dengan bekerja
lebih keras. Namun peningkatan besar-besaran perlu cara-cara baru, dengan be-
kerja lebih cerdik.
g. Mutu tidak perlu lebih mahal. Gagasan lama berpendapat bahwa: mutu lebih baik,
memerlukan biaya lebih mahal dan produksi yang lambat. Namun mutu sebenar-
nya diperbaiki dengan belajar untuk “melakukan benar sejak awal”. Mutu tidak
dapat diperikas saja, namun harus dirancang. Kalau semuanya benar sejak awal,
maka akan banyak biaya yang ditiadakan.
h. Mutu itu perlu, namun belum tentu cukup. Perbaikan mutu suatu perusahaan be-
nar-benar perlu, karena pembeli semakin menuntut. Namun, mutu yang lebih baik,
belum tentu memberikan keunggulan, apalagi jika pesaing juga meningkatkan
mutunya.
i. Gerakan mutu tidak dapat menyelamatkan produk yang buruk.
Total Quality Management (TQM):
Suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan
daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus atas produk, jasa (pelayanan),
manusia, proses dan lingkungannya.
Penekanan TQM adalah mutu yang didefinisikan dengan mengerjakan segala sesuatu
dengan baik, sejak dari awalnya dengan tujuan untuk memenuhi kepuasan pelanggan.
Page 13
Peran pemasaran dalam mutu terpadu:
a. Manajemen pemasaran harus berpartisipasi dalam merumuskan strategi dan ke-
bijakan yang dirancang untuk membantu keberhasilan perusahaan lewat keung-
gulan mutu terpadu.
b. Pemasar harus menyampaikan mutu pemasaran, disamping mutu produksi.
Peran pemasar dalam menetapkan dan menyampaikan produk bermutu kepada pe-
langgan
a. Tahu kebutuhan dan tuntutan pelanggan
b. Memastikan pesanan pelanggan terpenuhi secara tepat
c. Menjalin hubungan dengan pelanggan
d. Mengumpulkan dan menyampaikan ide pelanggan ke bagian yang tepat dalam
perusahaan.
Page 14
BAB III
PERENCANAAN STRATEGIK DAN PROSES PEMASARAN
Perencanaan strategik
Proses mengembangkan dan memelihara strategi yang cocok antara tujuan dan kemampuan
organisasi serta peluang pemasaran yang berubah.
Langkah-langkah dalam perencanaan strategik:
Tingkat Perusahaan
Tingkat unit Bisnis,
produk dan pasar
ad. 1. Mendefinisikan Misi Perusahaan
Misi: apa yang harus dilakukan suatu organisasi dapat berhasil (apa bisnis kita)
Visi: cara pandang jauh ke depan, ke mana organisasi harus dibawa, agar organisasi
tersebut dapat eksis. (akan menjadi apa bisnis kita)
ad. 2. Menetapkan Sasaran dan Tujuan Perusahaan
Tujuan: sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka panjang
Sasaran: hasil-hasil yang ingin dicapai dalam jangka pendek
ad. 3. Merancang Portofolio Bisnis
Portofolio bisnis: kumpulan bisnis dan produk yang menyusun perusahaan
Portifolio bisnis yang baik adalah yang paling cocok dengan kekuatan dan kele-
mahan perusahaan terhadap peluang dalam lingkungan
Dengan demikian, perusahaan harus:
a. Menganalisis portofolio bisnis saat ini dan memutuskan bisnis mana yang harus
menerima investasi lebih banyak, lebih sedikit atau tidak menerima.
Analisis portofolio: suatu alat yang dipergunakan oleh manajemen untuk
mengenali dan mengevaluasi berbagai bisnis yang membentuk perusahaan.
Mendefinisikan
Misi Perusahaan
Menetapkan
Tujuan dan
Sasaran
Perusahaan
Merancang
Portofolio
Bisnis
Perencanaan,
Pemasaran
dan Strategi
Fungsional
yang Lain
Page 15
Unit Bisnis Strategik (UBS): suatu unit perusahaan dengan misi dan sasaran
terpisah serta dapat direncanakan secara independen dari bisnis milik
perusahaan yang lain
UBS dapat berupa sebuah divisi perusahaan, lini produk dalam suatu divisi,
produk dan merek.
Alat Analisis Portofolio
Pendekatan Boston Consulting Group (BCG) = Matriks Pertumbuhan
Pangsa Pasar.
Adalah metode perencanaan portofolio yang mengevaluasi unit bisnis stra-
tegik milik perusahaan dari segi percepatan pertumbuhan pasar dan pangsa
pasar relatif.
Keterangan:
Question Marks (Tanda Tanya)
Unit bisnis dengan pangsa pasar rendah dalam pasar yang tumbuh cepat
UBS ini memerlukan banyak uang, karena perusahaan harus menam-
bahkan banyak pabrik, peralatan dan karyawan untuk menadingi pasar
yang tumbuh cepat dan juga didorong untuk ingin mengalahkan pasar.
Star (Bintang)
Unit bisnis dengan pangsa pasar tinggi dan tingkat pertumbuhan pasar
yang tinggi. Dalam hal ini, perusahaan harus mengeluarkan banyak uang
untuk menandingi pertumbuhan pasar dan melawan serangan pesaing
Page 16
Cash Cow (Sapi Perah)
Unit bisnis dengan pertumbuhan lambat dan pangsa pasar yang tinggi.
UBS ini kurang memerlukan investasi untuk mempertahankan pangsa
pasarnya, sehingga hasilnya bisa digunakan untuk membayar kewajiban
dan mendukung UBS lainnya.
Dog (Anjing)
Unit bisnis dengan pertumbuhan lambat dan pangsa pasar yang rendah.
UBS ini menghasilkan uang yang hanya cukup untuk memenuhi kebu-
tuhannya sendiri. Di sini, perusahaan hasru berpikir untuk mempertahan-
kan/menutup UBS tersebut.
Setelah memetakan UBS ke dalam BCG, maka perusahaan harus memilih
alternatif yang harus dilakukan:
♦ Kembangkan: meningkatkan pangsa pasar
♦ Pertahankan: mempertahankan pangsa pasar
♦ Panen: meningkatkan pemasukkan uang jangka pendek
♦ Jual: menjual/melikuidasi unit bisnis
b. Mengembangkan strategi pertumbuhan untuk menambah produk atau bisnis ba-
ru pada portofolio
Keterangan:
♦ Penetrasi Pasar
Strategi pertumbuhan perusahaan dengan meningkatkan penjualan produk
yang sudah ada kepada segmen pasar yang sudah ada tanpa mengubah pro-
duk dengan cara apapun. Caranya melalui promosi, iklan dan distribusi
♦ Pengembangan Pasar
Strategi untuk pertumbuhan perusahaan dengan mengidentifikasi dan
mengembangkan segmen pasar baru untuk produk yang sudah ada.
Page 17
♦ Pengembangan Produk
Strategi untuk pertumbuhan perusahaan dengan menawarkan produk yang
dimodifikasi atau produk baru ke segmen pasar yang sudahada.
♦ Diversifikasi
Strategi untuk pertumbuhan perusahaan dengan memulai atau mengambil
alih bisnis di luar produk atau pasar yang sudah ada.
ad. 4. Merencanakan Strategi Funsional
Departemen Fungsional: pemasaran, keuangan, akunting, SDM, manufaktur
Peran pemasaran dalam perencanaan strategik:
a. Pemasaran menyediakan falsafah sebagai pedoman, yaitu konsep pemasaran
b. Pemasaran menyediakan input bagi pembuat rencana strategik dan membantu
mengenali peluang pasar yang menarik dan menilai potensi perusahaan untuk
mengambil manfaat dari peluang tadi.
Pemasar dan Fungsi Bisnis lain:
Pemasar menyatakan perusahaan tidak dapat sukses tanpa pelanggan (menarik dan
mempertahankan pelanggan), sehingga semua fungsi dalam perusahaan harus saling
mendukung.
Proses Pemasaran
Proses yang menganalisis peluang pemasaran, memilih pasar sasaran, mengembangkan
bauran pemasaran dan mengelola usaha pemasaran.
Konsumen yang menjadi target
a. Pengukuran permintaan dan peramalan
Perusahaan harus membuat perkiraan secara berhati-hati mengenai pasar saat ini
dan di masa yang akan datang, serta berbagai segmen di dalamnya
b. Segmentasi pasar
Membagi pasar secara jelas menjadi kelompok pembeli yang jelas dengan kebu-
tuhan, karakteristik atau tingkah laku yang berbeda yang membutuhkan produk
ataubauran pemasaran terpisah
Segmen pasar: kelompok konsumen yang memberikan reaksi serupa terhadap se-
perangkat usaha pemasaran.
c. Membidik pasar
Proses mengevaluasi daya tarik setiap segmen pasar dan memilih satu atau be-
berapa segmen untuk dimasuki
Page 18
d. Memposisikan diri di pasar
Pengaturan agar suatu produk menduduki tempat yang jelas, terbedakan dan di-
dambakan dalam benak konsumen sasaran berhadapan dengan produk pesaing.
Mengembangkan bauran pemasaran
Bauran Pemasaran: Perangkat alat pemasaran taktis yang dapat dikendalikan yang di-
padukan oleh perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkan dalam pasar
sasaran.
Bauran pemasaran, terdiri:
a. Produk (Product)
Kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan kepada pasar sa-
saran. Meliputi: keragaman produk, mutu, rancangan, sifat, merek, kemasan,
ukuran, pelayanan, jaminan, manfaat.
b. Harga (Price)
Jumlah uang yang harus dibayar oleh pelanggan untuk memperoleh produk. Meli-
puti: harga, diskon, potongan, syarat kredit, periode pembayaran.
c. Distribusi (Place)
Aktivitas perusahaan untuk membuat produk tersedia bagi konsumen sasaran. Me-
liputi: saluran, lokasi, persediaan
d. Promosi (Promotion)
Aktivitas yang mengkomunikasikan keunggulan produk dan membujuk pelanggan
sasaran untuk membelinya. Meliputi: periklanan, personal selling, promosi pen-
jualan, humas
Keempat hal di atas, disebut dengan 4P (Marketing Mix) dari sudut pandang penjual.
Sedangkan dari sudut pelanggan memiliki 4C:
a. Customer Needs and Wants (Kebutuhan dan keinginan pelanggan)
b. Cost to The Customer (Biaya yang ditanggung pelanggan)
c. Convenience (Kenyamanan/kemudahan)
d. Communication (Komunikasi)
Page 19
Mengelola usaha pemasaran
Analisis
Keterangan:
Analisis Pemasaran
Perusahaan harus menganalisis pasar dan lingkungan pemasarannya untuk me-
nemukan peluang dan menghindari ancaman, dan juga harus menganalisis keku-
atan dan kelemahan perusahaan
Perencanaan Pemasaran
Mengambil keputusan mengenai strategi pemasaran yang akan membantu peru-
sahaan mencapai sasaran strategik keseluruhan, meliputi:
a) Ringkasan Eksekutif
Bagian pembukaan dari rencana pemasaran yang menyajikan ringkasan
singkat dari sasaran dan rekomendasi utama yang disajikan dalam ren-
cana
Menyajikan pandangan singkat atas rencana yang diusulkan agar dapat
ditinjau dengan cepat oleh manajemen
b) Situasi Pemasaran saat ini
Menyajikan data latar belakang yang relevan mengenai pasar, produk, persa-
ingan dan distribusi
c) Analisis Ancaman dan Peluang
Perencana
an
Mengembangkan
Rencana
Strategik
Mengembangkan
Rencana
Pemasaran
Pengendali
an
Mengukur hasil
Mengevaluasi
hasil
Mengambil
tindakan perbaikan
Implement
asi
Menjalankan
rencana-rencana
Page 20
Mengidentifikasi ancaman dan peluang utama yang mungkin mempengaruhi
produk
d) Sasaran dan Isu
Menentukan sasaran perusahaan untuk produk di bidang penjualan, pangsa
pasar, laba serta isu yang akan mempengaruhi sasaran ini.
e) Strategi Pemasaran
Logika pemasaran yang dilaksanakan dengan harapan unit bisnis dapat men-
capai sasaran pemasaran, meliputi: Analisis STP, bauran produk dan peneli-
tian dan pengembangan.
f) Program Tindakan
Menspesifikasikan apa yang dilakukan, siapa yang akan melakukannya, ka-
pan dilakukan dan berapa biayanya
g) Anggaran
Laporan laba dan rugi yang diproyeksikan yang meramalkan hasil keuangan
yang diharapkan dari rencana tadi
h) Pengendalian
Menunjukkan bagaimana kemajuan rencana akan dipantau
Implementasi Pemasaran
Proses yang mengubah strategi rencana pemasaran menjadi tindakan pemasaran
untuk mencapai sasaran pemasran strategik
Pengendalian Pemasaran
Proses mengukur dan mengevaluasi hasil strategi dan rencana pemasaran serta
mengambil tindakan perbaikan untuk memastikan bahwa sasaran pemasaran
tercapai
Proses pengendalian:
Menetapkan
Mengukur
Mengevaluasi
Mengambil
Sasaran
Kinerja
Kinerja
Tindakan
Perbaikan
Apa yang
ingin
dicapai
Apa yang
terjadi
Mengapa
hal ini
terjadi
Apa yang
harus
dilakukan
Page 21
Page 22
BAB IV
LINGKUNGAN PEMASARAN
Lingkungan pemasaran adalah:
Berbagai aktor dan kekuatan di luar bagian pemasaran yang memperngaruhi kemampuan
manajemen pemasaran untuk mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan pe-
langgan sasaran.
Lingkungan pemasaran terdiri dari:
1. Lingkungan Mikro
Lingkungan mikro adalah berbagai kekuatan yang dekat dengan perusahaan, yang
mempengaruhi kemampuan untuk melayani pelanggan, meliputi:
• Perusahaan
Ketika merancang rencana pemasaran, manajemen pemasaran memperhitungkan
kelompok perusahaan yang lain, seperti: manajemen puncak, keuangan, riset dan
pengembangan, pembelian, manufaktur dan akunting.
Secara keseluruhan, semua departemen ini memberikan dampak pada rencana dan
tindakan departemen pemasaran. Di bawah konsep pemasaran, semua fungsi ini ha-
rus “berpikir mengenai pelanggan”, dan harus bekerja dengan serasi untuk menye-
diakan nilai dan kepuasan superior bagi pelanggan.
• Pemasok
Adalah penyedia sumber daya yang diperlukan oleh perusahaan untuk menghasil-
kan barang dan jasa.
Dalam hal ini manajemen pemasaran harus mengawasi ketersediaan pasokan, pemo-
gokan tenaga kerja dan peristiwa lain yang dapat mengurangi penjualan dalam jang-
ka pendek dan merusak kepuasan pelanggan dalam jangka panjang. Dan juga, ma-
najemen pemasaran harus memantau kecenderungan harga dari sumber pemasok
utamanya.
Pemasaran
Pembelian
Litbang
Manufaktur
Keuangan
Akunting
Manajemen
Puncak
Page 23
• Perantara Pemasaran
Adalah perusahaan yang membantu perusahaan untuk mepromosikan, menjual dan
mendistribusikan barang ke pembeli akhir, meliputi:
Penjual
Adalah perusahaan saluran distribusi yang membantu perusahaan menemukan
pelanggan/melakukan penjualan kepada pelanggan, meliputi pedagang besar dan
pedagang kecil.
Perusahaan distribusi fisik
Adalah sebuah organisasi tertentu yang membantu perusahaan untuk menimbun
persediaan atau memindahkan barang dari tempat asalnya ke tempat tujuan.
Agen jasa pemasaran
Adalah perusahaan riset pemasaran, agen periklanan, perusahaan media dan per-
usahaan konsultan pemasaran yang membantu perusahaan membidik dan mem-
promosikan produknya ke pasar yang tepat.
Perantara keuangan
Adalah perusahaan yang membantu mendanai transaksi atau mengasuransikan
risiko yang berkaitan dengan pembelian atau penjualan barang, meliputi bank,
perusahaan kredit dan perusahaan asuransi.
Dalam usahanya untuk memuaskan pelanggan, perusahaan harus bermitra secara
efektif dengan pemasok dan perantara pemasaran untuk mengoptimalkan kinerja se-
luruh sistem
• Pesaing
Adalah perusahaan lain yang memasarkan produk yang sejenis. Dalam hal ini peru-
sahaan harus memberikan nilai dan kepuasan pelanggan yang lebih besar dibanding-
kan pesaingnya, dan juga harus menghimpun keunggulan strategik dengan mempo-
sisikan tawaran mereka dengan benar-benar melawan tawaran pesaing dalam benak
konsumen.
• Pasar pelanggan
Pelanggan adalah orang atau sekelompok orang yang menggunakan produk dari se-
buah perusahaan yang akan digunakan untuk konsumsi pribadi, untuk dijual kem-
bali atau untuk diproses lebih lanjut, meliputi:
Pasar Konsumen
Adalah individu atau rumah tangga yang membeli produk untuk konsumsi pri-
badi
Pasar Bisnis
Adalah individu atau perusahaan lain yang membeli produk untuk diproses lebih
lanjut atau digunakan dalam proses produksinya.
Page 24
Pasar Pedagang besar
Adalah individu atau perusahaan lain yang membeli produk untuk dijual kem-
bali dengan mengambil keuntungan.
Pasar Pemerintah
Adalah instansi pemerintahan yang membeli produk untuk menyediakan fasi-
litas umum atau mengalihkan produk tersebut kepada pihak lain yang membu-
tuhkan.
Pasar Internasional
Adalah pembeli luar negeri, termasuk konsumen, produsen, penjual dan peme-
rintah yang membeli produk dari sebuah perusahaan yang akan digunakan untuk
konsumsi pribadi, untuk dijual kembali atau untuk diproses lebih lanjut.
Dalam hal ini, manajer pemasaran perlu melakukan penelian yang cermat karena se-
tiap tipe pasar mempunyai karakteristik sendiri-sendiri.
• Masyarakat.
Adalah kelompok yang mempunyai kepentingan potensial atau yang sudah terwujud
atau berdampak pada kemampuan suatu organisasi untuk mencapai sasarannya, me-
liputi:
Masyarakat Keuangan
Adalah kelompok yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk memper-
oleh dana, yaitu: bank, perusahaan investasi, pemegang saham
Masyarakat Media
Adalah kelompok yang menyebarluaskan berita, mengangkat topik dan panda-
pat editorial, meliputi surat kabar, majalah, radio, televisi dan internet.
Masyarakat Pemerintah
Adalah kelompok di dalam instansi pemerintahan. Dalam hal ini pemasar harus
sering berkonsultasi dengan pengacara perusahaan mengenai isu keamanan pro-
duk, kejujuran dalam periklanan dan berbagai masalah yang lain.
Masyarakat Warga yang Bertindak
Adalah kelompok di dalam masyarakat yang aktif menyoroti berbagai peristiwa
di dalam masyarakat, meliputi organisasi konsumen, kelompok lingkungan,
kelompok minoritas dan lainnya. Dalam hal ini peran humas di dalam perusa-
haan adalah menjalin hubungan baik dengan konsumen dan kelompok warga
negara ini.
Masyarakat Lokal
Adalah kelompok yang tinggal berdekatan dengan lokasi perusahaan.
Page 25
Masyarakat Umum
Adalah kelompok yang secara umum mengetahui aktivitas dan produk sebuah
perusahaan.
Masyarakat Internal
Adalah kelompok yang terdapat di dalam sebuah perusahaan, meliputi pekerja,
manajer, sukarelawan dan direktur.
2. Lingkungan Makro
Lingkungan makro adalah kekuatan pasar yang lebih luas, yang mempengaruhi ling-
kungan mikro, meliputi:
• Demografi
Adalah telaah mengenai populasi manusia, dalam arti jumlah, kerapatan, lokasi,
umur, jenis kelamin, ras, jenis pekerjaan dan angka statistik lainnya.
Pertumbuhan populasi dunia yang meledak
Perhatian pemerintah:
Keterbatas sumber daya bumi untuk mendukung kehidupan manusia yang
sedemikan besar, terutama pada standar kehidupan yang mewakili aspirasi
banyak orang.
Pertumbuhan populasi yang paling tinggi berada pada negara-negara dan
masyarakat yang paling tidak mampu menghadapinya.
Distribusi umur populasi menentukan kebutuhan
Pengelompokkan umur:
Usia pra sekolah
Usia sekolah dasar
Usia remaja
Usia 25-40 tahun
Usia 40-64 tahun
Usia di atas 65 tahun
Meningkatnya keanekaragaman etnis dan ras
Kelompok pendidikan
Pola rumah tangga
Dikelompokan sebagai berikut:
Orang yang hidup sendiri
Orang yang baru menikah
Keluarga dengan orang tua tunggal
Keluarga tanpa anak
Pasangan yang anaknya telah mandiri
Page 26
Pergeseran geografis dalam populasi
Pergeseran dari pasar massl ke pasar mikro
• Ekonomi
Berkaitan dengan daya beli masyarakat, dipengaruhi oleh perubahan dalam penda-
patan
• Alam
Dipengaruhi oleh:
Kekurangan sumber daya alam
Biaya energi yang meningkat
Tingkat polusi yang meningkat
Campur tangan pemerintah dalam pelestarian lingkungan
• Teknologi
Dipengaruhi oleh:
Kecepatan perubahan teknologi
Kesempatan inovasi yang tidak terbatas
Anggaran riset yang bervariasi
Regulasi yang meningkat atas perubahan teknologi
• Politik
Dipengaruhi oleh:
Peraturan yang mengatur bisnis
Meningkatnya penekanan pada etika dantindakan yang bertanggung jawab
sosial
• Budaya.
Dipengaruhi oleh:
Nilai budaya dasar yang memiliki tingkat kemapanan yang tinggi
Pergeseran dalam nilai-nilai budaya sekunder.
Page 27
BAB V
Perilaku Konsumen pada
Pasar Konsumsi dan Pasar Bisnis
PASAR KONSUMEN DAN TINGKAH LAKU KONSUMEN DALAM MEMBELI
Pasar konsumen:
Semua individu dan rumah tangga yang membeli atau memperoleh barang dan jasa untuk
konsumsi pribadi
Tingkah laku membeli konsumen:
Perilaku membeli konsumen akhir (individu dan rumah tangga) yang membeli barang serta
jasa untuk konsumsi pribadi.
Model Tingkah Laku Membeli:
Karakteristik yang Mempengaruhi Tingkah Laku Konsumen
Perangsang
Penjualan
Produk
Harga
Tempat
Promosi
Perangsang
Lainnya
Perekonomian
Teknologi
Politik
Budaya
Karakter
Pembeli
Budaya
Sosial
Perorangan
Kejiawaan
Proses Keputusan
Membeli
Pengenalan Masalah
Pencarian Informasi
Evaluasi Alternatif
Keputusan
Perilaku Pasca Pembelian
Keputusan Pembeli
Memilih Produk
Memilih Merek
Memilih Agen
Memilih Waktu
Jumlah Yang dibeli
Budaya
Budaya
Sub Budaya
Kelas Sosial
Sosial
Kelompok Acuan
Keluarga
Peran dan Status
Pribadi
Umur dan Tahap Daur Hidup
Pekerjaan
Situasi Ekonomi
Gaya Hidup
Kepribadian dan Konsep Diri
Psikologi
Motivasi
Persepsi
Pengetahuan
Keyakinan dan Sikap
Pembeli
Page 28
Ad. 1. Faktor-Faktor Budaya
Merupakan faktor yang memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada tingkah
laku konsumen
a. Budaya
Kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan tingkah laku yang dipelajari
oleh seseorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya
b. Sub Budaya
Sekelompok orang yang mempunyai sistem nilai sama berdasarkan pada pe-
ngalaman hidup dan situasi
c. Kelas Sosial
Divisi masyarakat yang relatif permanen dan teratur dengan para anggotanya
menganut nilai-nilai, minat dan tingkah laku yang serupa
Ad. 2. Faktor-Faktor Sosial
a. Kelompok Acuan
Dua orang/lebih yang berinteraksi untuk mencapai sasaran individu atau bersa-
ma, kelompok ini berfungsi sebagai titik perbandingan atau acuan langsung atau
tidak langsung yang membentuk sikap/perilaku seseorang
Pemuka Pendapat:
Orang dalam kelompok acuan yang, karena keteram-
pilan, kepribadian, atau karakteristik lain yang spesial
memberi pengaruh kepada orang lain
b. Keluarga
Organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat dan te-
lah diteliti secara mendalam
c. Peran dan Status
Peran:
Terdiri dari aktivitas yang diharapkan dilakukan sesorang menurut
orang-orang yang ada di sekitarnya
Status:
Penghargaan yang diberikan oleh masyarakat
Ad. 3. Faktor-Faktor Pribadi
a. Umur dan Tahap daur Hidup
b. Pekerjaan
c. Situasi Ekonomi
d. Gaya Hidup: Pola kehidupan seseorang yang diwujudkan dalam aktivitas,
interest dan opininya. Gaya hidup akan mencakup sesuatu yang lebih dari seke-
dar kelas sosial atau keperibadian seseorang dan gaya hidup akan menampilkan
pola beraksi dan berinteraksi seseorang secara keseluruhan di dunia.
Page 29
e. Kepribadian dan Konsep diri
Kepribadian: karakteristik psikologi unik dari seseorang yang menyebabkan
respons yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungan dirinya
sendiri.
Konsep diri: disebut juga dengan citra diri, dasar yang digunakan adalah bahwa
apa yang dimiliki seseorang memberi kontribusi pada dan mencerminkan iden-
titas mereka, artinya: “kami adalah apa yang menjadi milik kami”.
Ad. 4. Faktor-Faktor Psikologi
a. Motivasi
Motivasi adalah suatu kebutuhan yang cukup untuk mendorong seseorang untuk
bertindak
b. Persepsi
Proses yang dilalui orang dalam memilih, mengorganisasikan dan mengintepre-
tasikan informasi guna membentuk gambaran yang berarti mengenal dunia,
bentuknya:
Perhatian selektif:
Kecenderungan bagi manusia untuk menyaring seba-
gian besar informasi yang dihadapi
Distorsi selektif:
Menguraikan kecenderungan orang untuk menginte-
pretasikan informasi dengan cara yang akan mendu-
kung apa yang telah diyakini
Ingatan selektif:
Kecenderungan dalam mempertahankan informasi
yang mendukung pendirian dan kepercayaan orang
c. Pengetahuan
Perubahan dalam perilaku individual yang muncul dari pengalaman
d. Keyakinan dan sikap
Keyakinan: pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang mengenai sesuatu
Sikap: Evaluasi, perasaan dan kecenderungan dari seseorang terhadap suatu ob-
yek atau ide yang relatif konsisten
Peran Konsumen dalam Membeli
1. Pemrakarsa: orang yang pertama menyarankan/mencetuskan gagasan membeli produk
tertentu
2. Pemberi Pengaruh: Orang yang pandangan/sarannya mempengaruhi keputusan membeli
3. Pengambil Keputusan: Orang yang akhirnya membuat keputusan membeli
4. Pembeli: orang yang benar-benar melakukan pembelian
5. Pengguna: orang yang mengkonsumsi/menggunakan produk
Page 30
Jenis Perilaku Keputusan Pembelian:
Keterlibatan Tinggi
Keterlibatan Rendah
Perbedaan besar antara
merek
Tingkah laku membeli yang
kompleks
Tingkah laku membeli yang
mencari variasi
Perbedaan kecil antara
merek
Tingkah laku membeli yang
mengurangi ketidakcocokan
Tingkah laku membei yang
menjadi kebiasaan
Proses Keputusan Pembelian:
Penjalasan:
1. Pengenalan kebutuhan
Merupakan tahap pertama proses keputusan pembeli, yaitu ketika konsumen mengenali
adanya masalah atau kebutuhan.
2. Pencarian informasi
Tahap yang merangsang konsumen untuk mencari informasi lebih banyak, konsumen
mungkin hanya meningkatkan perhatian atau mungkin aktif mencari informasi
Sumber-sumber informasi:
Sumber pribadi: keluarga, teman, tetangga, kenalan
Sumber komersial: Iklan, wiraniaga, agen, kemasan, pajangan
Sumber publik: media massa, organisasi penilai konsumen
Sumber pengalaman: penanganan, pemeriksaan dan menggunakan produk
3. Evaluasi alternatif
Tahap ketika konsumen menggunkan informasi untuk mengevaluasi merek alternatif
dan perangkat pilihan.
4. Keputusan membeli
Tahap, ketika konsumen benar-benar membeli produk
5. Tingkah laku pasca pembelian
Tahap ketika konsumen mengambil tindakan lebih lanjut setelah membeli berdasarkan
pada rasa puas dan tidak puas
Proses Keputusan Pembeli untuk Produk Baru
Produk baru: barang atau jasa atau gagasan yang dianggap baru oleh beberapa pelanggan
potensial. Produk tersebut mungkin sudah tersedia untuk beberapa waktu.
Mengenali
kebutuhan
Pencarian
Informasi
Evaluasi
Alternatif
Keputusan
Membeli
Tingkah Laku
Pasca Pembelian
Page 31
Proses yang akan dialami adalah proses adopsi: Proses mental yang dilewati individu dari
pertama kali mendengar mengenai suatu inovasi sampai adopsi terakhir.
Tahap-tahapnya:
1. Kesadaran: konsumen menjadi sadar akan produk baru, tetapi kurang informasi me-
ngenai produk tersebut
2. Tertarik: konsumen mencari informasi mengenai produk baru
3. Evaluasi: konsumen mempertimbangkan apakah masuk akal untuk mencoba produk
baru
4. Mencoba: Konsumen mencoba produk baru dalam skala kecil untuk meningkatkan
perkiraannya mengenai nilai produk tersebut.
5. Adopsi: konsumen memutuskan untuk menjadi pengguna produk baru sepenuhnya dan
teratur.
PASAR BISNIS DAN TINGKAH LAKU PEMBELI BISNIS
Pasar bisnis/pasar industri:
Semua organisasi yang membeli barang dan jasa untuk dipergunakan dalam memproduksi
produk, atau dengan tujuan dijual lagi atau disewakan kepada pihak lain dengan mengambil
untung.
Proses pembelian pasar bisnis:
Proses mengambil keputusan yang dilakukan oleh pembeli pasar bisnis adalah dengan me-
netapkan kebutuhan untuk membeli produk dan mengenali, mengevaluasi serta memilih
merek dan pemasok alternatif.
Karakteristik pasar industri:
1. Struktur Pemasaran dan Permintaan
Pasar industri mengandung pembeli yang lebih sedikit tetapi lebih besar
Pelanggan di pasar industri lebih terkonsentrasi secara geografis
Permintaan pembeli di pasar industri berasal dari permintaan konsumen akhir (per-
mintaan turunan)
Permintaan di banyak pasar industri lebih tidak elastis (tidak terpengaruh oleh per-
ubahan harga dalam jangka pendek)
Permintaan di pasar industri lebih berfluktuasi dan lebih cepat
2. Sifat Unit Pembelian
Pembelian di pasar industri melibatkan lebih banyak pembeli
Pembelian di pasar industri melibatkan usaha pembelian yang lebih profesional
Page 32
3. Jenis Keputusan dan Proses Keputusan
Pembeli di pasar industri, biasanya menghadapi keputusan membeli yang lebih
kompleks
Proses pembelian di pasar industri lebih formal
Dalam pembeian di pasar industri, pembeli dan penjual bekerja lebih erat dan mem-
bangun hubungan erat jangka panjang.
4. Karateristik Lain
Pembeli di pasar industri sringkali membeli langsung dari produsen, bukan lewat
pedagang eceran atau pedagang besar.
Pembeli di pasar industri seringkali mempraktikan imbal beli, membeli dari pe-
masok yang juga membeli dari mereka.
Pembeli di pasar industri seringkali menyewa peralatan, bukannya membeli lang-
sung
Tingkah laku pembeli di pasar bisnis
Dari model di atas, terdapat 4 pertanyaan mengenai tingkah laku pembeli di pasar industri:
1. Keputusan pembelian seperti apakah yang diambil oleh pembeli di pasar industri?
2. Siapa yang berpartisipasi dalam proses pembelian?
3. Apa saja pengaruh besar yang mempengaruhi pembeli?
4. Bagaimana pembeli di pasar industri mengambil keputusan?
Ad.1. Keputusan pembelian seperti apakah yang diambil oleh pembeli di pasar industri
Berbagai jenis situasi membeli:
Pembelian ulang langsung
Situasi pembelian di pasar industri, di mana pembeli secara rutin memesan ulang tanpa
modifikasi apapun
Lingkungan
Rangsangan
Rangsangan
Pembelian
lain
Produk
Ekonomi
Harga
Teknologi
Distribusi
Politik
Promosi
Budaya
Persaingan
Organisasi Pembelian
Pusat Pembelian
Proses
Keputusan
Pembelian
(Pengaruh Antarpribadi)
(Pengaruh Organisasi)
Respons Pembeli
Pilihan Produk
Pilihan Pemasok
Jumlah Pesanan
Persyaratan Penyerahan
dan Frekuensi
Persyaratan Pelayanan
Pembayaran
Page 33
Pembelian ulang dengan modifikasi
Situasi pembelian di pasar industri, di mana pembeli ingin memodifikasi spesifikasi
produk, harga, persyaratan atau pemasok
Tugas baru
Situasi pembelian di pasar industri, di mana pembeli ingin membeli produk untuk per-
tama kalinya.
Pembeli mengambil keputusan paling sedikit dalam pembelian ulang langsung dan paling
banyak dalam situasi tugas baru. Dalam tugas baru, pembeli harus memutuskan spesifikasi
produk, pemasok, batas harga, jumlah yang dipesan, waktu penyerahan dan persyaratan pe-
layanan.
Ad. 2. Siapa yang berpartisipasi dalam proses pembelian
Pusat pembelian: semua individu dan unit yang berpartisipasi dalam proses pengambilan
keputusan di pasar industri.
Pusat pembelian, meliputi:
Pemakai: anggota organisasi yang akan menggunakan produk, pengguna seringkali
menjadi pencetus usulan pembelian dan membantu menetapkan spesifikasi produk.
Pemberi pengaruh: Orang dalam pusat pembelian organisasi yang mempengaruhi kepu-
tusan pembelian, mereka seringkali membantu menetapkan spesifikasi dan juga menye-
diakan informasi untuk mengevaluasi alternatif.
Pembeli: Orang yang benar-benar melakukan pembelian. Pembeli mempunyai otoritas
formal untuk memilih pemasok dan menetapkan persyaratan pembelian. Pembeli dapat
membantu menetapkan spesifikasi produk, tetapi mereka memainkan peranan penting
dalam memilih penjual dan negosiasi.
Pengambil keputusan: orang dalam pusat pembelian organisasi yang mempunyai keku-
atan formal dan informal untuk memilih atau menyetujui pemasok akhir
Penjaga gawang: Orang dalam pusat pembelian organisasi yang mengendalikan arus in-
formasi kepada orang lain.
Page 34
Ad. 3. Apa saja pengaruh besar yang mempengaruhi pembeli
Pemasar di pasar industri harus tanggap terhadap kecenderungan organisasi dalam bidang
pembelian:
Peningkatan fungsi pembelian
Pembelian tersentralisasi
Kontrak jangka panjang
Evaluasi kinerja pembelian
Sistem produksi just in time
Ad. 4. Bagaimana pembeli di pasar industri mengambil keputusan
Tahap-tahap proses pembelian di pasar industri:
a. Mengenali masalah
Tahap dimana seseorang dalam perusahaan mengenali suatu masalah atau kebutuhan
yang dapat dipenuhi dengan memperoleh produk
b. Uraian kebutuhan secara umum
Tahap dimana perusahaan menguraikan karakteristik dan jumlah barang yamg dibu-
tuhkan
c. Spesifikasi produk, meliputi:
Spesifikasi teknis: tahap dimana organisasi pembeli memutuskan mengenai dan me-
mutuskan karakteristik produk teknis terbaik dari barang-barang yamg dibutuhkan
Lingkungan
Tingkat permintaan
primer
Ramalan ekonomi
Biaya bunga
Kondisi pasokan
Kecepatan
perubahan teknologi
Perkembangan
politik dan peraturan
Perkembangan
persaingan
Organisasi
Sasaran
Kebijakan
Prosedur
Struktur
organisasi
Sistem
Pembeli
Antarpribadi
Wewenang
Status
Empati
Kemampuan
membujuk
Individual
Umur
Pendidikan
Posisi Pekerjaan
Kepribadian
Sikap terhadap
Risiko
Page 35
Analisis nilai: suatu pendekatan untuk pengurangan biaya, dimana semua komponen
dipelajari secara seksama guna menentukan apakah dapat dirancang ulang, distan-
dardisasi, atau dibuat dengan metode produksi yang tidak terlalu mahal.
d. Pencarian pemasok
Tahap dimana pembeli mencoba mendapatkan penjual yang terbaik
e. Pengumpulan proposal
Tahap dimana pembeli mengundang pemasok yang memenuhi persyaratan untuk me-
masukkan proposal
f. Seleksi pemasok
Tahap dimana pembeli meneliti usulandan memilih satu/beberapa pemasok
g. Spesifikasi pesanan rutin
Tahap dimana pembeli menulis pesanan akhir dengan satu pemasok atau pemasok-pe-
masok terpilih, menyebutkan spesifikasi teknis, jumlah yang diperlukan, waktu penye-
rahan yang diharapkan, kebijakanpengembalian barang dan garansi
h. Penilaian kinerja
Tahap dimana pembeli menilai kepuasan dengan para pemasok dan memutuskan apa-
kah akan melanjutkan, memodifikasi atau meninggalkan pemasok.
Hubungan proses pembelian di pasar industri dengan jenis situasi membeli:
Situasi pembelian
Tahap-tahap proses pembelian
Tugas baru
Pembelian ulang
dengan modifikasi
Pembelian
ulang langsung
Mengenali masalah
Ya
Mungkin
Tidak
Uraian kebutuhan secara umum
Ya
Mungkin
Tidak
Spesifikasi produk/teknis
Ya
Ya
Ya
Pencarian pemasok
Ya
Mungkin
Tidak
Pengumpulan proposal
Ya
Mungkin
Tidak
Seleksi pemasok
Ya
Mungkin
Tidak
Spesifikasi pesanan rutin
Ya
Mungkin
Tidak
Penilain prestasi
Ya
Ya
Ya
Page 36
BAB VI
SEGMENTASI PASAR
DAN
MENENTUKAN PASAR SASARAN
Masalah:
Organisasi yang menjual produk ke pasar konsumen dan pasar bisnis, mengakui bahwa me-
reka tidak dapat menarik semua pembeli di pasar tersebut. Hal ini disebabkan: pembeli ter-
lalu banyak, pembeli tersebar luas, pembeli mempunyai kebutuhan dan kebiasaan membeli
yang bervariasi.
Pemecahan:
Perusahaan perlu mengidentifikasi segmen pasar yang paling menarik yang dapat dilayani
secara efektif, daripada harus bersaing di semua segmen.
Perkiraan pemasar mengenai permasalahan tersebut:
1. Pemasaran massal
Pemasaran yang memproduksi secara massal, mendistribusikan secara massal dan
mempromosikan secara massal satu produk ke semua pembeli.
2. Pemasaran berbagai produk
Pemasar memproduksi 2 macam produk atau lebih yang mempunyai sifat, gaya, mutu,
ukuran dan sebagainya yang berbeda. Berbagai produk tersebut dirancang untuk dita-
warkan kepada berbagai pembeli.
3. Pemasaran terarah
Pemasar mengenali berbagai segmen pasar, memilih satu atau beberapa diantaranya dan
mengembangkan produk serta bauran pemasaran yang disesuaikan.
Saat ini, pemasaran mulai mengarah pada pemsaran terarah. Adapun tahapan dalam pema-
saran terarah, yaitu:
1. Segmentasi pasar
Membagi pasar menjadi kelompok pembeli yang terbedakan dengan kebutuhan, karak-
teristik atau tingkah laku yang berbada yang mungkin membutuhkan produk atau bau-
ran pemasaran yang terpisah.
2. Mentargetkan pasar
Proses mengevaluasi daya tarik setiap segmen pasar dan memilih satu atau beberapa un-
tuk dimasuki.
Page 37
3. Memposisikan pasar
Mengatur agar suatu produk menduduki tempat yang jelas, berbeda dan dikehendaki re-
latif terhadap produk pesaing di benak konsumen sasaran.
Segmentasi Pasar
SEGMENTASI PASAR
Dasar-dasar untuk membuat segmentasi pasar konsumen:
1. Segmentasi Geografi
Membagi pasar untuk beberapa unit secara geografik seperti negara, regional, negara
bagian, kota atau kompleks perumahan.
2. Segmentasi Demografi
Membagi pasar menjadi kelompok berdasarkan pada variabel seperti umur, jenis ke-
lamin, ukuran keluarga, daur kehidupan keluarga, pendapatan, pekerjaan, pendidikan,
agama, ras dan kebangsaan.
3. Segmentasi Psikografi
Membagi pembeli menjadi kelompok berbeda berdasarkan pada karakteristik kelas so-
sial, gaya hidup atau kepribadian.
4. Segmentasi Tingkah Laku
Mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau
reaksi terhadap suatu produk.
Dasar-dasar untuk membuat segmentasi pada pasar bisnis:
1. Demografi
a. Industri: Industri mana yang harus menjadi fokus kita?
Segmentasi
Pasar
1. Mengidentifikasi
variabel segmen
dan segmen
pasar
2. Mengembangkan
bentuk segmen
yang
menghasilkan
Pentargetan
Pasar
3. Mengevaluasi
daya tarik masing-
masing segmen
4. Memilih segmen
sasaran
Pemposisian
Pasar
5. Mengembangkan
pemposisan
untuk setiap
segmen
6. Mengembangkan
bauran
pemasaran untuk
setiap segmen
sasaran
Page 38
b. Ukuran perusahaan: Berapa besar perusahaan yang harus menjadi fokus kita?
c. Lokasi: Wilayah geografi mana yang harus menjadi fokus kita?
2. Variabel Operasi
a. Teknologi: taknologi pelnggan mana yang harus menjadi fokus kita?
b. Status pemakai/bukan pemakai: Apakah kita harus berfokus pada pemakai berat,
pemakai sedang atau pemakai ringan
c. Kemampuan pelanggan: Apakah kita harus berfokus pada pelanggan yang perlu ba-
nyak pelayanan atau sedikit pelayanan
3. Pendekatan Pembelian
a. Organisasi fungsi pembelian: Apakah kita harus fokus pada perusahaan dengan or-
ganisasi pembelian tersentralisasi atau desentralisasi
b. Struktur kekuatan: Apakah kita harus fokus pada perusahaan yang didominasi reka-
yasa, didominasi keuangan atau didominasi pemasaran
c. Sifat dari hubungan yang sudah ada: Apakah kita harus fokus pada perusahaan yang
telah mempunyai hubungan baik atau mencari perusahaan yang diinginkan
d. Kebijakan pembelian umum: Apakah kita harus fokus pada perusahaan yang lebih
menyukai leasing, kontrak servis, pembelian sistem, servis atau lelang tertutup.
e. Kriteria pembelian: Apakah kita harus fokus pada perusahaan yang mencari mutu,
servis atau harga
4. Faktor-faktor Situasional
a. Urgensi: Apakah kita harus fokus pada perusahaan yang memerlukan penyerahan
atau servis kilat.
b. Aplikasi spesifik: Apakah kita harus fokus pada aplikasi tertentu dari produk kita
ketimbang aplikasi yang lain.
c. Ukuran pesanan: Apakah kita harus fokus pada pesanan besar atau pesanan kecil.
5. Karakteristik Pribadi
a. Kesamaan pembeli-penjual: Apakah kita harus fokus pada perusahaan yang orang
dan nilainya serupa dengan milik kita
b. Sikap terhadap risiko: Apakah kita harus fokus pada pelanggan yang suka mengam-
bil risiko atau menghadapi risiko
c. Loyalitas: Apakah kita harus fokus pada perusahaan yang menunjukkan loyalitas
tinggi pada pemasok mereka
Dasar untuk segmentasi Pasar Internasional:
1. Segmentasi Geografi
Mengelompokkan negara menurut regional
Page 39
2. Faktor-faktor Ekonomi
Mengelompokkan negara menurut tingkat pendapatan penduduk atau menurut tingkat
perkembangan ekonomi secara keseluruhan
3. Faktor-faktor Politik dan Peraturan
Mengelompokkan negara menurut tipe dan stabilitas pemerintahan, penerimaan terha-
dap perusahaan asing, peraturan moneter dan jumlah produksi.
4. Faktor-faktor Budaya
Mengelompokkan negara menurut bahasa, agama, nilai-nilai dan sikap, kebiasaan serta
pola tingkah laku bersama.
Selain keempat faktor tersebut, menentuan segmen di pasar internasional juga didasarkan
pada pendekatan yang berbeda, yaitu segmentasi antarpasar: membentuk segmen pelanggan
yang mempunyai kesamaan kebutuhan dan tingkah laku, walaupun mereka berada di ne-
gara yang berbeda.
Persyaratan segmentasi yang efektif:
1. Dapat diukur: Ukuran, daya beli dan profil segmen dapat diukur
2. Dapat dijangkau: Segmen pasar dapat dijangkau dan dilayani secara efektif
3. Cukup besar: Segmen pasarnya besar atau cukup memberi laba, bila dilayani
4. Dapat dibedakan: Segmen-segmen dapat dipisahkan secara konseptual dan memberikan
tanggapan yang berbeda terhadap elemen-elemen dan program-program bauran
pemasaran yang berbeda.
5. Dapat dilaksanakan: Program yang efektif dapat dirancang untuk menarik dan melayani
segmen tersebut,
MENENTUKAN PASAR SASARAN (TARGETING)
1. Mengevaluasi Segmen Pasar
a. Ukuran dan pertumbuhan segmen
b. Daya tarik struktural segmen
c. Sasaran dan sumber daya perusahaan
Pendatang Baru
Potensial
Pembeli
Substitusi
Pemasok
Pesaing Industri
Page 40
2. Memilih Segmen Pasar
a. Pemasaran Tanpa Pembedaan
Strategi peliputan pasar dimana sebuah perusahaan memutuskan untuk mengabai-
kan perbedaan segmen pasar dan menawarkan satu macam produk kepada seluruh
pasar.
b. Pemasaran Dengan Pembedaan
Strategi peliputan pasar, dimana sebuah perusahaan memutuskan untuk memilih
beberapa segmen pasar dan merancang barang yang berbeda untuk masing-masing
segmen
c. Pemasaran Terkonsentrasi
Strategi peliputan pasar, dimana sebuah perusahaan memutuskan untuk mencari
pangsa pasar besar dalam satu atau beberapa subpasar.
3. Memilih Strategi Pencakupan Pasar
Hal-hal yang harus dipertimbangkan:
a. Sumber Daya Perusahaan
b. Variabilitas Produk
c. Tahapan Produk dalam Daur Hidup
d. Variabilitas Pasar
e. Strategi Pemasaran Pesaing
MENETAPKAN POSISI UNTUK KEUNGGULAN BERSAING
1. Posisi Produk
Cara produk ditetapkan oleh konsumen berdasarkan beberapa atribut penting (Tempat
yang diduduki produk dalam ingatan konsumen dalam hubungan dengan produk
pesaing)
Bauran Pemasaran
Perusahaan
Pasar
Bauran Pemasaran Perusahaan 1
Bauran Pemasaran Perusahaan 2
Bauran Pemasaran Perusahaan 3
Segmen 1
Segmen 3
Segmen 2
Bauran
Pemasaran
Perusahaan
Segmen 1
Segmen 2
Segmen 3
Page 41
2. Strategi Menetapkan Posisi
Memposisikan produknya pada atribut produk spesifik. Produk dapat diposisikan pada
kebutuhan yang dipenuhi atau manfaat yang diberikan.
3. Memilih dan Mengimplementasikan Strategi Menetapkan Posisi
a. Mengidentifikasi keunggulan bersaing yang mungkin
Keunggulan bersaing: keungulan terhadap pesaing yang diperoleh dengan mena-
warkan nilai lebih besar kepada konsumen, dengan harga lebih rendah maupun
memberikan manfaat lebih besar, karena harganya lebih tinggi.
Jenisnya:
Diferensiasi produk: mengidentifikasikan produk secara fisik
Diferensiasi pelayanan: mendiferensiasi pelayanan yang menyertai produk
Diferensiasi personil: Mempekerjakan dan melatih orang yang lebih baik ketim-
bang yang bekerja di perusahaan pesaing
Diferensiasi citra: Mediferensiasi citra perusahaan/merek
b. Memilih keunggulan bersaing yang tepat
Berapa banyak perbedaan yang dipromosikan
Perbedaan mana yang harus dipromosikan, syaratnya:
Penting: perbedaan yang memberikan suatu manfaat yang sangat bernilai ba-
gi pembeli sasaran
Khas: Pesaing tidak menawarkan perbedaan itu
Superior: Perbedaan itu superior terhadap cara lain yang mungkin membe-
rikan manfaat yang sama kepada pelanggan
Dapat dikomunikasikan: perbedaan itu dapat dikomunikasikan dan dapat di-
lihat oleh pembeli
Mendahului: Pesaing tidak mudah meniru perbedaan itu
Terjangkau harganya: Pembeli dapat membayar perbedaan itu
Mendatangkan laba: Perusahaan dapat memperkenalkan perbaedaan dan me-
raih laba
c. Mengkomunikasikan dan menyerahkan posisi yang dipilih
Page 42
BAB VII
MERANCANG PRODUK
Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perha-
tian, dibeli, dipergunakan atau dikonsumsi dan yang dapat memuaskan keinginan atau ke-
butuhan.
Perencana produk harus memikirkan produk pada 3 tingkat:
Pemasangan
Pengemasan
Penyerahan
Merek
Sifat
Layanan
barang
Manfaat atau
purna
dan
Jasa inti
jual
Kredit
Mutu
Perancangan
Garansi
1. Produk Inti
Jasa untuk memcahkan masalah atau manfaat inti yang dicari konsumen, ketika mem-
beli suatu produk.
Hal ini didasarkan pada pertanyaan: “Apa yang sebenarnya dibeli oleh pembeli”
2. Produk Aktual
Bagian dari produk, yang meliputi tingkat mutu, sifat, rancangan, nama merek dan
pengemasan dan sifat lain yang dibagungkan untuk memberikan manfaat produk inti.
3. Produk Tambahan
Tambahan servis/pelayanan dan manfaat bagi konsumen yang diberikan di sekitar pro-
duk inti dan produk aktual.
Klasifikasi Produk:
1. Produk Konsumen
Adalah produk yang dibeli oleh konsumen akhir untuk konsumsi pribadi
a. Produk sehari-hari (Convenience product)
Produk konsumen yang biasanya sering dibeli, seketika, hanya sedikit membanding-
bandingkan dan usaha membelinya minimal, meliputi:
Page 43
Produk kebutuhan pokok: produk yang dibeli konsumen secara teratur
Produk impuls: produk yang dibeli dengan sedikit perencanaan atau usaha untuk
mencari
Produk keadaan darurat: produk yang dibeli ketika konsumen membutuhkan
b. Produk shopping (Shopping product)
Produk konsumen yang dalam proses memilih dan membeli ditandai dengan pem-
bandingan kesesuaian mutu, harga dan gaya, meliputi:
Produk homogen: produk yang mempunyai mutu sama, tetapi harganya cukup
berbeda.
Produk heterogen: produk yang mana konsumen memandang sifat produk lebih
penting ketimbang harga.
c. Produk khusus (Specialty product)
Produk konsumen dengan karakteristik unik atau diidentifikasi merek yang dicari
oleh kelompok besar pembeli, sehingga pembeli bersedia melakukan usaha khusus
untuk membeli.
d. Produk yang tidak dicari
Produk konsumen yang keberadaannya tidak diketahui konsumen, atau kalaupun di-
ketahui, biasanya tidak berpikir untuk membelinya.
2. Produk Industri
Adalah produk yang dibeli oleh individu/organisasi untuk diproses lebih lanjut atau di-
pergunakan dalam melakukan bisnis
a. Bahan dan suku cadang (Material and Parts)
Produk industri yang sepenuhnya masuk ke dalam produk yang dibuat pabrik, ter-
masuk bahan baku serta material dan suku cadang yang ikut dalam proses ma-
nufaktur.
b. Barang modal (Capital items)
Produk industri yang sebagian masuk ke dalam produk jadi, termasuk barang yang
dibangun dan peralatan tambahan
c. Perlengkapan dan jasa (Supplies and services)
Produk industri yang sama sekali tidak masuk dalam produk akhir.
Keputusan Produk Individual
Atribut
Produk
Layanan
Purna Jual
Pemberian
Label
Pengemasan
Penetapan
Merek
Page 44
1. Atribut Produk
Mutu produk: Kemampuan produk untuk melaksanakan fungsinya
Sifat-sifat produk: Alat bersaing yang membedakan produk perusahaan dengan
produk pesaing
Rancangan produk: proses mendesain gaya dan fungsi produk yang menarik, mu-
dah, aman dan tidak mahal untuk dipergunakan dan diservis, serta sederhana dan
ekonomis untuk dibuat dan didistribusikan.
2. Penetapan Merek
Merek: sebuah nama, istilah, tanda, rancangan atau kombinasi yang dimaksudkan un-
tuk mengenali produk, sehingga dapat dibedakan dari produk pesaing.
Nilai merek: nilai dari merek berdasarkan pada sejauh mana merek itu mempunyai
loyalitas merek, kesadaran nama merek, anggapan mutu, asosiasi merek yang
tinggi dan asset lain seperti paten, merek dagang dan hubungan distribusi.
Keputusan pemberian merek:
a. Keputusan pemberian merek
Manfaat merek bagi penjual:
Merek memudahkan penjual memproses pesanan dan menelusuri masalah yang
ada.
Merek dan tanda dagang penjual memberikan perlindungan hukum atas tam-
pilan produk yang unik
Merek memberi kesempatan bagi penjual untuk menarik pelanggan
Merek membantu penjual melakukan segmentasi pasar
Merek membantu membangun citra perusahaan
b. Keputusan sponsor merek
Merek produsen: sebuah merek yang diciptakan dan dimiliki oleh produsen sua-
tu produk
Merek pribadi (merek perantara, distributor, toko): merek yang diciptakan dan
dimiliki pedagang suatu produk.
Keputusan
Pemberian
Merek
Merek
Tanpa
Merek
Keputusan
Startegi Merek
Merek Baru
Perluasan Merek
Perluasan Lini
Multi Merek
Keputusan
Penetapan Ulang
Posisi Merek
Penetapan ulang
posisi merek
Tanpa penetapan
ulang posisi
merek
Keputusan Nama
Merek
Nama Individual
Nama Keluarga
Nama Perusahaan
Keputusan
Sponsor Merek
Merek Produsen
Merek Pribadi
Merek
Campuran
Page 45
Merek campuran: kebiasaan menggunakan nama merek yang sudah terkenal da-
ri dua perusahaan berbeda pada produk yang sama.
c. Keputusan nama merek
Nama individual: pemberian nama tersendiri untuk masing-masing produk
Nama Keluarga keseluruhan untuk semua produk: semua produk yang diha-
silkan diberi nama yang sama
Nama keluarga yang berbeda untuk semua produk: pemberian merek dibedakan
pada kategori produk.
Nama perusahaan yang dikombinasikan dengna merek produk individual: setiap
produk yang dihasilkan diberi nama perusahaan dan merek.
d. Keputusan strategi merek
Kategori Produk
Sudah Ada
Baru
Sudah Ada
Perluasan lini
Perluasan Merek
Nama
Merek
Baru
Multi Merek
Merek Baru
Perluasan lini: menggunakan nama merek sukses untuk memperkenalkan jenis
barang tambahan dalam kategori produk tertentu dengan nama merek yang sa-
ma, seperti aroma, bentu, warna, bahan baku atau ukuran kemasan
Perluasan merek: menggunakan nama merek sukses untuk meluncurkan produk
baru atau yang dimodifikasi dalam kategori baru
Multi merek: strategi yang dipakai pedagang untuk mengembangkan 2 merek/
lebih dalam kategori produk yang sama
Merek baru: strategi pemberian merek yang berbeda untuk produk baru yang di-
hasilkan
e. Keputusan penetapan ulang posisi merek
Hal ini dilakukan apabila pesaing meluncurkan merek yang diposisikan berdekatan
dengan merek perusahaan dan menggerogoti pangsa pasar atau keinginan pelanggan
mungkin bergeser, sehingga merek perusahaan kurang disukai lagi.
3. Pengemasan
Adalah aktivitas merancang dan membuat wadah atau pembungkus untuk suatu produk.
Fungsi penggunaan sebagai alat pemasaran:
a. Swalayan: Semakin banyak produk yang dijual secara swalayan sehingga kemasan
yang efektif harus berpesan sebagai “Iklan lima detik”
b. Kemampuan konsumen: konsumen bersedia membayar lebih banyak untuk Kenya-
manan, penampilan, keandalan dan prestise dari kemasan yang lebih baik.
Page 46
c. Citra perusahaan dan merek: perusahaan mengakui kekuatan kemasan yang teran-
cang baik akan menghasilkan pengakuan seketika atas perusahaan dan merek.
d. Kesempatan inovasi: pengemasan yang inovatif dapat memberikan manfaat besar
bagi konsumen dan laba bagi produsen.
4. Pemberian Label
Adalah pemberian keterangan pada produk yang dihasilkan, meliputi:
a. Identifikasi produk/merek
b. Mengklasifikasi produk
c. Menguraikan beberapa hal mengenai produk
d. Mempromosikan produk dengan gambar yang menarik
5. Layanan Purna Jual
Adalah pelayanan yang merupakan tambahan pada produk aktual.
Mengingat pentingnya layanan pelanggan sebagai alat pemasaran, banyak perusahaan
yang menetapkan layanan kepada pelanggan untuk menangani keluhan, jasa kredit, pe-
meliharaan, pelayanan teknis dan informasi konsumen.
Keputusan Lini Produk
Lini produk: Kelompok produk yang berhubungan erat karena fungsinya serupa, dijual
kepada kelompok pelanggan yang sama, dipasarkan lewat jenis toko yang
sama, dan masuk dalam kisaran harga yang sudah ada.
Panjang lini produk
Manajer lini produk harus memutuskan seberapa panjang lini produk. Lini produk terlalu
pendek, bila manajer dapat menambah laba dengan menambah jenis produk. Dan lini pro-
duk terlalu panjang, bila manajer dapat meningkatkan laba dengan mengurangi lini produk.
h
h
h
a
a
a
r
r
r
g
g
g
a
a
a
Mutu
Mutu
Mutu
Produk
baru
Produk
saat ini
Produk
saat ini
Produk
baru
Produk
baru
Produk
saat ini
Produk
baru

(Memperpanjang ke bawah)
(memperpanjang ke atas)
(Memperpanjang ke dua arah)
Mengisi lini produk, alasannya:
1. Mencari laba tambahan
2. Mencoba memuaskan agen penjual yang mengeluh kehilangan penjualan, karena tidak
adanya produk dalam lini tersebut.
3. Mencoba menggunakan kapasitas lebih
4. Mencoba menjadi perusahaan semua lini yang memimpin
5. Mencoba mengisi lubang agar pesaing tidak masuk.
Modernisasi lini produk: mempermudah tampilan produk agar sesuai dengan perkem-
bangan jaman.
Menonjolkan lini produk: memilih satu atau beberapa produk untuk menjadi unggulan.
Keputusan Bauran Produk
Bauran produk: kumpulan semua lini dan jenis produk yang ditawarkan oleh penjual agar
dibeli oleh pembeli, meliputi:
1. Lebar bauran produk: mengacu pada jumlah lini produk berbeda yang ditawarkan peru-
sahaan
2. Panjang bauran produk: mengacu pada jumlah seluruh jenis barang yang dibuat peru-
sahaan
3. Dalam bauran produk: merujuk pada jumlah versi yang ditawarkan dari setiap produk
dalam lini
4. Konsistensi bauran produk: merujuk pada sebesarapa dekat hubungan berbagai lini pro-
duk dalam pemakaian akhir, persyaratan produksi, saluran distribusi atau dengan hal
cara lain
Strategi Pengembangan Produk Baru
Adalah pengembangan produk asli, perbaikan produk, modifikasi produk dan merek baru
lewat usaha litbang milik perusahaan sendiri;
Tahap-tahap pengembangan produk baru:
1. Penggalian gagasan
Pencarian gagasan produk baru secara sistematis melalui sumber internal, pelanggan,
pesaing, distributor, pemasok dan lain-lain.
2. Penyaringan gagasan
Page 48
Menyaring gagasan produk baru, agar dapat mengenali yang baik dan mengesamping-
kan yang jelek sedini mungkin
3. Pengembangan dan pengujian konsep
Pengembangan Konsep
Gagasan bahwa konsumen sakan menyukai produk yang mempunyai mutu, prestasi
kerja dan sifat-sifat paling baik, oleh karena itu organisasi seharusnya mencurahkan
energinya untuk terus-menerus melakukan perbaikan produk
Pengujian Konsep
Pengujian konsep produk baru dengan kelompok konsumen sasaran untuk menge-
tahui apakah konsep itu mempunyai daya tarik kuat terhadap konsumen
4. Pengembangan strategi pemasaran
Merancang strategi pemasaran awal untuk produk baru berdasarkan konsep produk
5. Analisis bisnis
Tinjauan ulang penjualan, biaya dan proyeksi laba dari produk baru untuk mengetahui
apakah faktor-faktor ini akan memenuhi sasaran perusahaan
6. Pengembangan produk
Strategi untuk pertumbuhan perusahaan dengan menawarkan produk baru atau yang
dimodifikasi ke segmen yang sekarang
7. Uji pemasaran
Tahap pengembangan produk baru, ketika produk dan program pemasaran diujikan
dalam keadaan pasar yang lebih realistis
8. Komersialisasi
Memperkenalkan produk baru ke pasar
Strategi Daur Hidup Produk
Daur hidup produk: perjalanan dan laba suatu produk dalam masa hidupnya
Tahap daur hidup produk:
1. Tahap perkenalan
Tahap di mana produk baru pertama kali didistribusikan dan tersedia untuk dibeli
2. Tahap pertumbuhan
Tahap di mana ditandai dengan meningkatnya penjualan yang cepat
3. Tahap menjadi dewasa
Tahap di mana ditandai dengan melambatnya atau menurunnya pertumbuhan penjualan
produk
Page 49
4. Tahap menurun
Tahap di mana ditandai dengan penjualan yang semakin menurun.
Page 50
BAB VIII
PENETAPAN HARGA PRODUK
Harga adalah jumlah uang yang ditagihkan untuk suatu produk atau sejumlah nilai yang di-
pertukarkan konsumen untuk manfaat memiliki atau menggunakan produk.
Faktor-faktor yang diperhatikan bila menetapkan harga:
1. Sasaran Pemasaran
a. Bertahan hidup
Perusahaan menghadapi kelebihan kapasitas, persaingan ketat atau keinginan kon-
sumen berubah. Dalam hal ini perusahaan akan menetapkan harga rendah dengan
harapan permintaan akan naik. Fungsi harga di sini adalah untuk menutup biaya
variabel dan sedikit biaya tetap.
b. Memaksimalkan laba saat ini
Perusahaan memperkirakan berapa besar permintaan dan biaya pada beberapa harga
yang berbeda dan memilih yang menghasilkan laba, arus kas dan pengembalian in-
vestasi maksimal saat ini.
c. Kepemimpinan pasar
Perusahaan yakin bahwa menjadi pemimpin pasar akan menikmati biaya terendah
dan laba jangka panjang terbesar
d. Kepemimpinan mutu produk
Keputusan ini mengharuskan penetapan harga tinggi untui menutup biaya mutu dari
produk yang dihasilkan
2. Strategi Bauran Pemasaran
Harga merupakan alat bauran pamasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai
sasaran pemasarannya, sehingga keputusan harga harus dikoordinasikan dengan ran-
cangan produk, distribusi dan promosi yang membentuk program pemasaran yang kon-
sisten dan efektif.
Faktor-faktor internal:
• Sasaran pemasaran
• Strategi bauran
pemasaran
• Biaya
• Pertimbangan
organisasi
Keputusan
Penetapan
Harga
Faktor-Faktor Eksternal:
• Sifat Pasar dan
permintaan
• Persaingan
• Faktor-faktor
lingkungan
Page 51
3. Biaya
Biaya terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel, sehingga manajemen ingin menetapkan
harga sekurang-kurangnya menutup biaya produksi total pada tingkat produksi tertentu.
4. Pertimbangan Organisasi
Meliputi pihak-pihak di dalam organisasi yang terlibat dalam penetapan harga.
5. Pasar dan Permintaan
a. Penetapan harga dalam tipe pasar yang berbeda:
• Pasar persaingan sempurna
Pasar dengan banyak pembeli dan penjual yang memperdagangkan komoditi
yang seragam. Sehingga harga tidak dipengaruhi oleh pembeli dan penjual
• Pasar monopolistik
Pasar dengan banyak pembeli dan penjual yang berdagang dalam kisaran harga
harga tertentu.
• Pasar oligopolistik
Pasar dengan beberapa penjual yang amat peka terhadap strategi penetapan har-
ga dan strategi pemasaran penjual lain.
• Monopoli
Pasar dimana hanya ada satu penjual
b. Persepsi konsumen mengenai harga dan nilai
c. Menganalisis hubungan harga dan permintaan
6. Pesaing
Perusahaan harus memprediksi pengaruh biaya dan harga pesaing, serta kemungkinan
reaksi pesaing terhadap perubahan harga perusahaan
7. Faktor-faktor lingkungan
Faktor ekonomi, pemerintah, pertimbangan sosial
Pendekatan Umum dalam Penetapan Harga
1. Penetapan Harga Berdasarkan Biaya
a. Metode Cost Plus Pricing
Menambah angka standar pada biaya produk
b. Analisis Titik Impas
Menetapkan harga yang impas dengan biaya membuat dan memasarkan produk
2. Penetapan Harga Berdasarkan Nilai
Menetapkan harga berdasarkan pada persepsi pembeli mengenai nilai.
Page 52
Perbedaan penetapan harga berdasarkan nilai dan biaya:
a. Penetapan harga berdasarkan biaya
Produk —— Biaya —— Harga —— Nilai —— Pelanggan
b. Penetapan harga berdasarkan nilai
Pelanggan —— Nilai —— Harga —— Biaya —— Produk
3. Penetapan Harga Berdasarkan Persaingan
a. Penetapan harga menurut keadaan
Penetapan harga terutama dengan mengikuti harga pesaing, bukan berdasarkan pada
biaya perusahaan atau permintaan
b. Penetapan harga penawaran tertutup
Penetapan harga berdasarkan pendapat perusahaan mengenai bagaimana pesaing
menetapkan harga ketimbang pada biaya atau permintaannya sendiri, dipergunakan
apabila perusahaan mengikuti lelang untuk memperoleh pekerjaan.
Strategi Penetapan Harga Bauran produk
1. Penetapan Harga Lini Produk
Menetapkan perbedaan harga antara berbagai produk dalam lini produk berdasarkan pa-
da perbedaan biaya antara produk, penilaian pelanggan atau sifat-sifat yang berbeda dan
harga pesaing.
2. Penetapan Harga Produk Pilihan
Penetapan harga produk pilihan atau tambahan bersama dengan produk utama
3. Penetapan Harga Produk Terikat
Penetapan harga untuk produk yang harus dipergunakan bersama dengan produk utama
4. Penetapan Harga Produk Sampingan
Penetapan harga untuk produk sampingan, agar produk utama dapat lebih bersaing
5. Penetapan Harga Paket Produk
Menggabungkan beberapa produk dan menawarkan paket dengan harga lebih murah.
Strategi Penyesuaian Harga
1. Penetapan harga diskon dan pengurangan harga
Mengurangi harga untuk menghargai pelanggan yang memberikan respons seperti
membayar lebih awal atau mempromosikan produk, bentuknya:
a. Diskon tunai
Pengurangan harga bagi pembeli yang membayar tagihan tepat waktu.
Page 53
b. Diskon pembelian banyak
Pengurangan harga bagi pembeli yang membeli dalam jumlah besar
c. Diskon fungsional
Pengurangan harga yang ditawarkan oleh penjual kepada anggota saluran distribusi
yang melakukan fungsi tertentu, seperti menjual, menyimpan dan mencatat.
d. Diskon musiman
Pengurangan harga bagi pembeli yang membeli produk di luar musimnya.
e. Pengurangan harga
Uang promosi yang dibayarkan pabrik kepada pengecer sebagai imbalan atas per-
setujuan untuk mendukung produk dengan cara tertentu
2. Penetapan harga tersegmentasi
Menjual satu produk dengan 2 harga atau lebih, walaupun perbedaan harga tidak dida-
sarkan pada perbedaan biaya, bentuknya:
a. Penetapan harga berdasarkan segmen pelanggan
b. Penetapan harga berdasarkan bentuk produk
c. Penetapan harga berdasarkan lokasi
d. Penetapan harga berdasarkan waktu
3. Penetapan harga psikologis
Pendekatan penetapan harga yang mempertimbangkan psikologi harga dan bukan hanya
ekonomi. Harga dipakai untuk menyatakan sesuatu mengenai produk.
4. Penetapan harga untuk promosi
Menetapkan harga di bawah harga sesungguhnya, sehingga dapat meningkatkan pen-
jualan dalam jangka pendek, bentuknya:
a. Pemancing: menurunkan harga beberapa produk, agar konsumen tertarik membeli
dan membeli produk lain yang harganya normal.
b. Penetapan harga berkaitan dengan peristiwa khusus
c. Pembiayaan bunga rendah
d. Perjanjian garansi dan pelayanan
5. Penetapan harga berdasarkan nilai
Menawarkan kombinasi yang tepat dari mutu dan jasa yang baik dengan harga yang
pantas
6. Penetapan harga berdasarkan geografik
Menyesuaikan harga untuk memperhitungkan lokasi geografik pelanggan, bentuknya:
a. Penetapan harga FOB-origin
Strategi penetapan harga dengan mengangkut barang sampai di atas kendaraan
pengangkut. Pelanggan membayar ongkos dari pabrik sampaike tempat tujuan.
Page 54
b. Penetapan harga dengan tarif krim seragam
Strategi penetapan harga dengan harga yang sama ditambah ongkos kirim kepada
semua pelanggan tanpa memperdulikan lokasi
c. Penetapan harga berdasarkan zona
Strategi penetapan harga geografik dimana perusahaan menetapkan 2 zona atau le-
bih
d. Penetapan harga berdasarkan pangkalan
Strategi penetapan harga dimana penjual menetapkan beberapa kota sebagai pang-
kalan dan menghitung ongkos kirim dari kota tersebut ke tempat pangkalan.
e. Penetapan harga termasuk ongkos kirim
Strategi penetapan harga dimana penjual menanggung semua atau sebagian ongkos
kirim sebenarnya, agar memperoleh bisnis yang diinginkan
7. Penetapan harga internasional
Menyesuaikan harga untuk pasar internasional
Strategi Perubahan Harga
1. Mempelopori Perubahan Harga
a. Mempelopori penurunan harga, alasannya
• Kelebihan kapasitas
• Turunnya pangsa pasar
• Mendominasi pasar lewat harga rendah
b. Mempelopori kenaikan harga, alasannya
• Inflasi biaya
• Permintaan yang berlebihan
c. Reaksi pembeli terhadap perubahan harga
d. Rekasi pesaing terhadap perubahan harga
2. Menanggapi perubahan Harga
Empat alternatif, apabila pesaing mengadakan perubahan harga:
a. Menurunkan harga
b. Menaikkan anggapan mutu
c. Memperbaiki mutu dan menaikkan harga
d. Meluncurkan merek baru
Sebelum mengambil tindakan tersebut, hendaknya perusahaan tetap mempertahankan
harga sambil terus memantau pesaing.
Page 55
BAB IX
PENDISTRIBUSIAN PRODUK
Saluran distribusi
Suatu perangkat organisasi yang saling tergantung dalam menyediakan satu produk untuk
digunakan/dikonsumsi oleh konsumen/pengguna bisnis
Fungsi saluran distribusi:
1. Informasi: mengumpulkan dan mendistribusikan riset pemasaran serta informasi in-
telegen mengenai kator dan kekuatan dalam lingkungan pemasaran yang dibutuhkan
untuk merencanakan dan membentu pertukaran.
2. Promosi: mengembangkan dan menyebarluaskan komunikasi persuasive mengenai sua-
tu penawaran.
3. Kontak: menemukan dan komunikasi dengan calon pembeli
4. Penyesuaian: membentuk dan menyesuaikan tawaran dengan kebutuhan pembeli ter-
masuk aktivitas, seperti: membentuk, pemilahan, perakitan dan pengemasan.
5. Negosiasi: mencapai persetujuan mengenai harga dan persyaratan lain dari tawaran har-
ga, sehingga kepemilikan dapat dipindahkan.
Tingkat Saluran Distribusi:
1. Saluran distribusi langsung
Saluran pemasaran yang tidak mempunyai tingkat perantara.
2. Saluran distribusi tidak langsung
Saluran pemasaran yang mempunyai satu atau lebih tingkat perantara.
Saluran Pemasaran Untuk Pasar Konsumen:
Saluran 1:
Saluran 2:
Saluran 3:
Saluran 4:
Pabrik
Konsumen
Pabrik
Pengecer
Konsumen
Pabrik
Pedagang
Besar
Pengecer
Konsumen
Pabrik
Pedagang
Besar
Pemborong
Pengecer
Konsumen
Page 56
Saluran Pemasaran untuk Pasar Industri
Saluran 1:
Saluran 2:
Saluran 3:
Saluran 4:
Tingkah Laku dan Organisasi Saluran Distribusi
1. Konflik Saluran Distribusi
Ketidaksepakatan diantara saluran anggota pemasaran terhadap sasaran dan peran (Si-
apa yang harus melakukan apa dan apa imbalannya).
a. Konflik Horizontal: Terjadi diantara perusahaan pada tingkat saluran yang sama
b. Konflik Vertikal: lebih sering dan mengacu pada konflik antara tingkat yang ber-
beda dari saluran yang sama.
2. Sistem Pemasaran Vertikal (SPV)
Saluran distribusi yang terdiri dari produsen, pedagang besar dan pengecer yang bertin-
dak sebagai suatu sistem terpadu. Anggota saluran yang satu memiliki yang lain, mem-
punyai kontrak dengan mereka atau mempunyai wewenang demikian besar, sehingga
mereka semua bekerja sama.
Bentuknya:
a. SPV korporasi
Sistem pemasaran vertikal yang menggabungkan tahap-tahap produksi dan distri-
busi yang berurutan di bawah satu kepemilikan. Kepemimpinan saluran dibentuk le-
wat kepemilikan bersama.
b. SPV berdasarkan kontrak
Sistem pemasaran vertikal yang terdiri dari perusahaan independen pada tingkat
produksi dan distribusi berbeda yang tergabung lewat kontrak untuk memperoleh
penghematan dan dampak penjualan lebih besar daripada yang dapat diperoleh ka-
lau bekerja sendiri-sendiri.
• Rangkaian sukarela yang disponsori pedagang besar
Sistem pemasaran vertikal berdasarkan kontrak yang terdiri dari rangkaian yang
dengan sukarela diorganisasikan oleh pedagang besar untuk membantu mereka
bersaing melawan organisasi rangkaian yang besar.
Pabrik
Pabrik
Pabrik
Pabrik
Pelanggan
Industri
Distributor
Industri
Pelanggan
Industri
Perwakilan
Pabrik
Pelanggan
Industri
Perwakilan
Pabrik
Distributor
Industri
Pelanggan
Industri
Page 57
• Koperasi pengecer
Sistem pemasaran vertikal berdasarkan kontrak dengan pengecer mengorgani-
sasikan bisnis baru, milik bersama untuk melaksanakan fungsi dari pedagang
besar dan mungkin produksi
• Organisasi waralaba/Franchise
Sistem pemasaran vertikal berdasarkan kontrak dengan salah satu anggota sa-
luran yang disebut pewaralaba menghubungkan beberapa tahap dalam proses
produksi-distribusi.
c. SPV yang diatur
Sistem pemasaran vertikal yang mengkoordinasikan tahap-tahap produksi dan dis-
tribusi yang berurutan, bukan melalui ikatan kepemilikan bersama atau berdasarkan
kontrak, melalinkan lewat ukuran dan wewenang dari salah satu pihak.
3. Sistem Pemasaran Horizontal
Pengaturan saluran dengan perusahaan atau lebih pada satu tingkat bergabung untuk
mengikuti peluang.
4. Sistem Pemasaran campuran
Sistem distribusi multi saluran yang terjadi kalau satu perusahaan menetapkan dua sa-
luran distribusi atau lebih untuk mencapai satu segmen pelanggan atau lebih.
Katalog, Telepon
Armada penjual
Keputusan Rancangan Saluran
1. Menganalisis kebutuhan konsumen akan pelayanan
2. Menetapkan sasaran dan hambatan saluran
• Karakteristik Produk
• Karakteristik Perusahaan
• Karakteristik Perantara
• Faktor-Faktor Lingkungan
Produsen
Distributor
Agen
Pengecer
Segmen Konsumen 1
Segmen Konsumen 2
Segmen Konsumen 3
Segmen Konsumen 4

3. Mengenali alternatif utama
a. Tipe Perantara
• Satuan penjual perusahaan: menambah satuan penjual perusahaan untuk pen-
jualan langsung
• Agen produsen: menyewa agen produsen, yaitu perusahaan independen yang te-
naga penjualnya menangani produk terkait dari banyak perusahaan di wilayah/
industri berbeda untuk menjual alat pengujian baru
• Distributor industri: mencari distributor di wilayah/industri berbeda yang mau
membeli dan menjual lini produk baru. Memberikan status distribusi ekslusif,
laba cukup besar, pelatihan produk dan dukungan promosi.
b. Jumlah Perantara Pemasaran
• Distribusi Intensif: menyediakan produk di semua toko
• Distribusi Ekslusif: memberikan hak keagenan ekslusif dalam jumlah terbatas
untuk mendistribusikan produk di wilayahnya
• Distribusi Selektif: penggunaan lebih dari satu, tetapi tidak sebanyak semua pe-
rantara yang mau menjual produk perusahaan.
c. Tanggung jawab anggota saluran
4. Mengevaluasi alternatif utama
a. Kriteria ekonomis: memperhitungkan berapa penjualan yang akan dihasilkan tenaga
penjual perusahaan dibandingkan dengan penjualan agen
b. Kriteria pengendalian: Agen penjual adalah perusahaan independen yang tertarik
untuk memaksimumkan laba
c. Kriteria adaptif: setiap saluran melibatkan beberapa komitmen jangka panjang dan
kehilangan fleksibiltas
Keputusan Manajemen Saluran Pemasaran:
• Memilih anggota saluran pemasaran
• Memotivasi anggota saluran pemasaran
• Mengevaluasi anggota saluran pemasaran
Disteribusi Fisik/Logistik Pemasaran
Adalah tugas yang mencakup perencanaan, pengimplentasian dan pengendalian arus ma-
terial, barang jadi dan informasi yang berkaitan secara fisik dari tempat asalnya ke tempat
konsumen untuk memenuhi permintaan pelanggan dengan menghasilkan laba.
Bentuknya:
Pemasok
Pelanggan
Saluran Distribusi
Pabrik

Sasaran sistem logistik: memberikan pelayanan maksimum kepada pelanggan dengan biaya
paling rendah.
Fungsi utama logistik:
1. Pemrosesan pesanan
Memperpendek siklus pesanan sampai pengiriman uang, yaitu: waktu antara pe-
nerimaan pesanan dan pembiayaan.
Siklus ini meliputi: pengiriman pesanan oleh wiraniaga, pemasukkan pesanan dan pe-
meriksaan kredit pelanggan, penjadwalan persediaan dan produksi, pengiriman pesanan
dan faktur, dan penerimaan pembayaran
2. Pergudangan
Perusahaan harus memutuskan berapa banyak gudang dan dari jenis apa yang dibu-
tuhkan dan dimana letaknya. Semakin banyak gudang, semakin cepat barang dapat di-
serahlan kepada pelanggan, tetapi semakin tinggi biaya pergudangannya.
3. Persediaan
Masalah utama adalah mempertahankan keseimbangan yang sulit antara menyimpan
persediaan yang terlalu banyak atau terlalu sedikit.
Keputusan mengenai persediaan menyangkut hal mengetahui kapan harus memesan dan
berapa banyak yang harus dipesan.
4. Transportasi
Pemilihan transportasi yang menyangkut produk/bahan baku akan mempengaruhi harga
produk, kinerja penyerahan dan kondisi barang ketika tiba, sehingga semuanya akan
mempengaruhi kepuasan pelanggan.
Manajemen Logistik Terpadu
Konsep logistik yang menekankan kerja sama kelompok, di dalam perusahaan dan antar
semua organisasi saluran pemasaran, untuk memaksimalkan prestasi kerja seluruh sistem
distribusi.
Perdagangan Eceran:
Semua aktivitas yang dilakukan untuk menjual barang atau jasa secara langsung kepada
konsumen akhir, bagi penggunaan pribadi dan bukan untuk bisnis.
Jenis-jenis Pengecer:
1. Berdasarkan jumlah layanan
Syalawan
Jenis toko pengecer dimana pelanggan/konsumen bersedia melakukan proses “men-
cari-membandingkan-memilih” sendiri.

Layanan terbatas
Jenis toko pengecer dimana pengecer menyediakan petugas penjualan. Hal ini disebabkan barang dagangan yang ditawarkan lebih beraneka rupa dan mungkin tidak
diketahui oleh pelanggan.
Layanan lengkap
Jenis toko pengecer dimana pelanggan biasanya lebih suka dilayani.
2. Berdasarkan lini produk yang dijual
Toko khusus (speciality store)
Toko eceran yang menjual lini produk yang sempit dengan keanekaragaman yang
lengkap dan rinci di lini yang dijual.
Toko serba ada (department store)
Organisasi pengecer yang menjual aneka lini produk, biasanya pakaian, peralatan
rumah tangga dan keperluan sehari-hari.
Pasar swalayan (supermarket)
Toko berukuran besar, berbiaya rendah, berlaba rendah, bervolume besar, dimana
pembeli melayani diri sendiri dan yang menjual beraneka macam makanan, peralatan mencuci, serta produk rumah tangga.
Toko kebutuhan sehari-hari (convenience store)
Toko kecil, terletak dekat kawasan pemukiman, yang jam bukanya panjang (tujuh
hari seminggu) dan menjual barang-barang sehari-hari dari jenis terbatas yang laris.
Toko kombinasi, toko swalayan dan hypermarket
Toko kombinasi (combination store)
Kombinasi toko makanan dan obat
Toko swalayan (superstore)
Toko dengan ukuran hampir dua kali pasar swalayan biasa dan menjual aneka
rupa makanan serta produk bukan makanan yang secara rutin dibeli dan menawarkan pelayanan seperti dry cleaning, tempat mencetak foto, menguangkan cek, tempat membayar tagihan, tempat makan siang, produk perawatan mobil dan produk perawatan hewan.
Hypermarket
Toko yang amat luas yang menggabungkan pasar swalayan, toko diskon dan
pengecer gudang; selain dari produk makanan, toko ini juga menjual mebel, peralatan rumah tangga, pakaian dan banyak barang lain.
Bisnis pelayanan
Toko eceran yang menjual jasa kepada pelanggan

3. Berdasarkan penekanan relatif pada harga
Toko diskon
Toko yang menjual barang dagangan standar dengan harga yang lebih rendah, karena bersedia menerima laba lebih rendah dan volume penjualan lebih tinggi.
Pengecer murah
Pengecer yang membeli dengan harga lebih rendah dari pedagang besar dan memasang harga lebih rendah dari harga eceran umum, termasuk di dalamnya adalah:
Outlet pabrik
Pengecer murah yang dimiliki dan dioperasikan oleh pabrik dan biasanya menjual kelebihan produksi pabrik, barang yang sudah tidak diproduksi lagi atau barang yang tidak selalu diproduksi.
Pengecer independen
Pengecer murah yang dimiliki atau dijalankan oleh wiraswasta atau merupakan
divisi dari perusahaan pengecer yang lebih besar.
Klub gudang
Pengecer murah yang menjual barang dagangan bermerek, peralatan rumah
tangga, pakaian dan aneka barang lain dalam jenis terbatas dengan potongan
harga besar bagi anggota yang membayar iuran keanggotaan selama tahunan.
Ruang pamer catalog
Pengecer yang menjual berbagai koleksi barang bermerek yang memberikan laba
tinggi, cepat laku dengan harga diskon.
4. Berdasarkan pengendalian toko
Rangkaian korporasi
Dua outlet atau lebih yang dimiliki dan dikendalikan oleh satu orang yang menggunakan kebijakan pembelian dan penjualan tunggal dan menjual lini produk serupa.
Rangkaian sukarela dan koperasi pengecer
Rangkaian sukarela
Kelompok pengecer independen dengan koordinator pedagang besar yang terlibat dalam pembelian kelompok dan penjualan bersama.
Koperasi pengecer
Sekelompok pengecer independen yang bersatu untuk membangun operasi perdagangan besar yang dimiliki secara patungan dan melakukan usaha perdagangan dan promosi bersama.
Organiasi waralaba (franchise)
Asosiasi berdasarkan kontrak antara pabrik, pedagang besar atau organisasi jasa dan
pelaku bisnis independen yang membeli hak untuk memiliki dan mengoperasikan
satu unit atau lebih dalam system waralaba.

Konglomerat perdagangan
Korporasi yang menggabungkan beberapa bentuk pengecer berbeda di bawah satu
kepemilikan serta menanggung bersama beberapa fungsi distribusi dan manajemen.
5. Berdasarkan tipe kelompok toko
Distrik bisnis terpusat
Kelompok bisnis eceran yang berada di pusat kota
Pusat perbelanjaan
Kelompok bisnis eceran yang direncanakan, dikembangkan, dimiliki dan dikelola
sebagai satu unit.
Pengecer Bukan Toko:
1. Pemasaran langsung
Pemasaran yang menggunakan berbagai media iklan untuk berinteraksi langsung dengan konsumen, biasanya menelpon konsumen untuk mendapat respons langsung
2. Pengecer dari rumah ke rumah
Menjual produk dari rumah ke rumah, kantor ke kantor atau penjualan dalam pesta di rumah
3. Mesin penjual otomatis (automathic vending)
Menjual produk melalui mesin penjual otomatis.
Perdagangan Besar
Semua aktivitas yang dilakukan dalam menjual barang dan jasa kepada konsumen yang membeli untuk dijual lagi atau digunakan dalam bisnis.
Tipe Pedagang besar:
1. Pedagang besar barang
Pedangang besar dengan layanan lengkap
Pedagang yang menyediakan layanan menyimpan persediaan, menggunakan tenaga penjual, memberikan kredit, mengirimkan barang dan menyediakan bantuan manajemen.
Bentuknya:
Pedangang partai besar
Pedagang yang menjual kepada pengecer.
Distributor industrial
Pedagang yang menjual kepada produsen.
Pedangang besar dengan layanan terbatas
Pedagang yang menyediakan layanan lebih sedikit kepada pemasok dan pelanggannya.

Bentuknya:
Pedagang besar tunai
Pedagang yang menyediakan lini produk terbatas dari barang yang cepat laku,
menjual kepada sejumlah kecil pengecer secara tunai, dan biasanya tidak
menyediakan layanan antar.
Pedagang besar truk
Pedagang yang melaksanakan fungsi penjualan dan pengiriman
Drop shipper
Pedagang yang beroperasi dalam industri barang berjumlah besar, sehingga pedagang ini tidak membawa sediaan atau menangani produk. Dalam hal ini, drop
shipper mengambil alih hak dan risiko sejak pesanan diterima sampai pe-
nyerahan kepada pelanggan.
Rack jobber
Pedagang yang melayani pengecer makanan dan obat-obatan. Rack jobber mengirimkan truk pembawa berang ke toko, dan petugas untuk mengatur barang di rak, menentukan harga dan mancatat sediaannya. Rack jobber menjual barang secara konsinyasi.
Koperasi produsen
Kumpulan pedagang besar yang membetuk koperasi untuk dijual di pasar setempat.
Pedagang besar lewat pos
Pedagang yang mengirimkan catalog kapada pelanggan pengecer, industrial dan
lembaga, untuk menawarkan produknya.
2. Pialang dan agen
Pialang
Pedagang besar yang tidak mempunyai hak atas barang dan fungsinya mempertemukan pembali dan penjual serta membatu dalam negosiasi
Agen
Pedagang besar yang mewakili pembeli atau penjual atas dasar lebih permanen,
hanya melaksanakan beberapa fungsi, dan tidak mempunyai hak atas barang
3. Cabang dan kantor penjualan pabrik
Pedagang besar yang dilakukan oleh penjual atau pembeli sendiri bukannya lewat
pedagang besar independen.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.