jump to navigation

Pancasila Sebagai Sebuah Ideologi 7 Oktober 2009

Posted by supardiyo in Pendidikan Kewarganegaraan.
Tags: ,
trackback

A. Pancasial Sebagai Ideologi terbuka
1. Makna Ideologi Negara
Ideologi berasal dari bahasa latin, yaitu
a. Idea, artinya daya cipta sebagau hasil kesadaran manusia
b. Logos artinya ilmu
Pengertian Ideologi antara lain :
a. Destutt de Tray ( 1801-orang yang pertama mengemukakan ideologi )
1. Ideologi adalah ilmu yang tentang gagasan yang menunjukan jalan yang benar menuju masa depan
2. Ideologi artinya pandagan hidup maupun padangan dunia ( weltanschauung-bahasa Jerman )
b. Moerdiono
Ideology adalah kompleks pengetahuan dan nilai, yang secara keseluruhan menjadi landasan bagi seorang ( masyarakat ) untuk memahami jagad raya dan bumi seisinya serta menentukan sikap dasar untuk mengelolanya
c. Alfian
Ideology adalah suatu padangan atau system nilai yang menyeluruh dan mendalam tentang bagaimana cara yang sebaiknya, yaitu secara moral dianggap benar dan adil.

d. Destutt de Tray
Ideology adalah untuk menujuk suatu ilmu, yaitu analsisis ilmiah dari pikiran manusia
e. Napoleon
Ideology adalah kumpulan ide ( pendapat ) yang abstrak ( tidak realitis )
f. Karl Mark
Ideology adalah dalam arti khusus, yaitu ideology digolongkan bersama dengan agama, filsafat, dan moral.
g. Laboratorium IKIP Malang
Ideology adalah seperangkat ide, nilai, dan cita-cita beserta pedoman dan metode melaksanakan atau mewujudkan
2. Ciri-Ciri Ideologi Terbuka dan Tertutup
a. Ciri-Ciri Ideologi Terbuka
Ciri-ciri ideology terbuka sebagai berikut :
1. Merupakan kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat ( falsafah )
2. Ditemukan pada masyarakat sendiri
3. Isinya tidak langsung operasional
4. Tidak pernah memaksanakan kebebasan dan tanggung jawab masyarakat, melainkan masyarakat untuk berusaha hidup.
5. Menghargai pluralitas

b. Ciri-Ciri Ideologi Tertutup
1. Cita-cita sebuah kelompok yang digunakan sebagai dasar untuk mengubah masyarakat
2. Apabila kelompok tersebut berhasil menguasai Negara
3. Bersifat totaliter, artinya mencakup atau mengurusi semua bidang kehidupan
4. Menurut masyarakat mempunyai kesetian total dan kesediaan berkorban bagi ideology tersebut
5. Pluralisme padangan dan kebudayaan di tiadakan
3. Fungsi Ideologi
a. Struktur kognitif
b. Orientasi dasar dengan membuka wawasan dengan memberikan makna serta menunjukan tujuan kehidupan manusia
c. Norma yang menjadi pegangan seorang untuk bertindak
d. Bekal seseorang untuk menemukan identitasnya
4. Peranan Ideologi
a. Sebagai jawaban atas kebutuhan akan citra atau jati diri suatu kelompok social.
b. Untuk menjembatani founding dan generasi penerus
c. Menamakan keyakinan para pendiri yang menguasai dan mempengaruhi seluruh kegaiatan sosial

5. Ideologi Sebagai Sistem
Suatu system berpikir yang digunakan masyarakat untuk menginterprestasikan ( menafsirkan ) hidup dan kehidupan. Ideology sebagai identitas.
B. Proses Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara
1. Proses Terbentuknya Pancasila
Jepang membentuk Dokuritsu Junbi Choosakai ( BPUPKI -62 orang ) tanggal 29 april 1945 dan dilantik 28 Mei 1945 dengan ketua Dr. Radjiman Wedyofinigrat dan Wakil Ketua R. Panji Soeroso ( orang jepang ) yang mulai bekerja 29 Mei 1945.
Tugas BPUPKI yaitu
a. Membuat rancangan dasar Negara
b. Membuat rancangan UUD
2. Rumusan Pancasila
Berdasarkan Inpres No. 12 tahun 1968 ( 13 April 1968 ), rumusan pancasila yang benar dan sah adalah yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yang di tetapkan dan disahkan oleh PPKI tanggal 18 Agustus 1945, yaitu :
a. Ketuhanan Yang Maha Esa
b. Kemanusian yang Adil dan Beradab
c. Persatuan Indonesia
d. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusawaratan / Perwakilan.
e. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

3. Fungsi Pokok Pancasila
a. Pancasila sebagai ideology Negara
b. Pancasila sebagai dasar Negara ( Pembukaan UUD 1945 )
c. Pancasila sebagai sumber hukum dasar nasional tertulis ( pasal 1 (3) Tap MPR No.III/MPR/2000.
d. Pancasila sebagai pandangan hidup
e. Sebagai falsafah
f. Pancasila sebagai jiwa dan keperibadian bangsa Indonesia
g. Pancasila sebagai perjanjian luhur.
4. Pancasila sebagai Ideology Nasional
Kemerdekaan Indonesia diperoleh secara melembaga dan formal telah meningkatkan kedudukan dan fungsi pancasila, yaitu pancasila dari kedudukannya semula sebagai filsafah hidup di tingkatkan sebagai filsafah Negara.
5. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka
Pancasila sebagai ideology terbuka artinya nilai-nilai dasar Pancasila bersifat tetap, namun dapat dijabarkan menajdi nilai instrumental yang berubah dan berkembang secara dinamis dan kreatif sesuai dengan kebutuhan perkembangan masyarakat Indonesia.
Tatanan nilai mempunyai tiga tingkatan ( fleksibelitas ideology pancasila mengandung nilai-nilai sebagai berikut :
a. Nilai Dasar
b. Nilai Instrumental
c. Nilai Praktis
Menurut Alfian, kekutan suatu ideology tergantung pada 3 dimensi yang terkandung di dalamnya yaitu sebagai berikut :
a. Dimensi Realitas
b. Dimensi idealis
c. Dimensi fleksibel
C. Nilai-Nilai Pancasila
1. Pancasila Sebagai Sumber Nilai
a. Pengertian Nilai
1. Secara Etmologi ( bahasa )
2. Kamus Ilmiah Populer
Nilai adalah ide tentang hal yang baik, benar, bijaksana dan yang berguna sifatnya lebih abstrak dari norma
3. Laboratorium Pancasila IKIP Malang
Nilai adalah sesuatu yang berharga, yang berguna, yang indah, yang memperkaya batin, yang akan menyadarkan manusia akan harkat dan martabatnya
4. Nursal Luth dan Daniel Fernander
Perasaan tentang hal yang diinginkan atau tidak diinginkan yang mempergaruhi prilaku
5. Kluckhon
Nilai keinginan, tetapi hal yang diinginkan, artinya nilai merupakan sesuatu.

b. Ciri-Ciri Nilai
1. Nilai yang mendarah dingin
2. Nilai Dominan
c. Macam-Macam Nilai
1) All port
2) Sprange
3) Harlod Laswell
4) Notonagoro
d. Pancasila Sebagai Sumber Nilai
Pancasila berisi lima nilai dasar yaitu :
1. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa ( Nilai Ketuhanan )
2. Nilai Kemanusian yang Adil dan Beradab ( Nilai Kemanusian )
3. Nilai Persatuan Indonesia ( Nilai Persatuan )
4. Nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusawaratan / Perwakilan. ( Nilai Kerakyatan )
5. Nilai Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia ( Nilai Keadilan )
D. Sikap dan Prilaku Yang Sesuai Nilai-Nilai Pancasila
1. Sikap Positif Terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
a. Sikap dan Prilaku menunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan ( sila 1 pancasila
b. Sikap dan prilaku menunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan ( sila 2 Pancasila
c. Sikap dan prilaku menjunjung tinggi nilai-nilai permusyawaratan/perwakilan ( sila 4 pancasila )
d. Sikap dan prilaku menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan sosial ( sila 5 Pancasila).
E. Pengalaman Pancasila Sebagai Ideologi
1. Religius
2. Manusiawi
3. Bersatu
4. Demokratis
5. Adil
6. Sejahtera
7. Maju
8. Mandiri
9. baik dan bersih dalam penyelenggaraan Negara.

About these ads

Komentar»

1. kiki - 5 November 2009

wah mantap ni asik ngebacanya untuk semanagt anak2 muda yang sadar akan pancasila


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: